SONICPOP.ASIA – Korekayu resmi merilis album ketiga Verhaal, yang diambil dari bahasa Belanda dengan arti “cerita”. Judul ini merepresentasikan isi album yang dibangun sebagai rangkaian narasi dari pengalaman dan pengamatan para personelnya.
Band yang beranggotakan Alfon Kriswandaru, Alvin Yudha, Bagas Raharjo, Bondan Jiwandana, Lukas Ingheneng, dan Yustinus Cahyadi ini tetap mempertahankan warna oldies pop, dengan sejumlah eksplorasi pada aransemen dan pendekatan musikal.
“Dari lagu pertama sampai kedua belas adalah kami sedang bercerita tentang apa pun,” ujar Lukas.
Album ini dibuka lewat lagu “Lala Lalala” yang ringan, sebelum berlanjut ke tema percintaan dalam lagu “Don Juan”, “September”, dan “Sari 3”. Korekayu juga menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengangkat emosi, termasuk menghadirkan aransemen ceria pada lirik yang bernuansa patah hati di lagu “Sepotong Kecil Hatimu”.
Proses produksi dilakukan di Satrio Piningit dan Rockstar Studio, dengan Abraham Michael sebagai juru rekam serta Sasi Kirono menangani proses mixing dan mastering. Pengerjaan album berlangsung selama para personel menjalani aktivitas personal, termasuk kehidupan keluarga.
“Verhaal diciptakan dengan tidak kemrungsung, mengalir,” kata Bondan.
Dalam album ini, Korekayu juga berkolaborasi dengan The Rain melalui lagu “Terserah Maumu”. Kolaborasi tersebut berangkat dari kedekatan personal antar musisi yang kemudian berkembang dalam proses produksi.
Secara visual, album ini mengusung konsep artwork bergaya era 1960-an, terinspirasi dari persinggungan sejarah Indonesia, Belanda, dan Jepang. Konsep tersebut dituangkan dalam visual seorang lelaki yang tengah membuka album foto di latar bangunan lawas.
Album Verhaal dirilis di berbagai platform streaming musik, serta disiapkan dalam format fisik berupa kaset pita dan boxset edisi khusus.


