SONICPOP.ASIA — Band punk-rock asal Batulicin, Kalimantan Selatan, Primitive Monkey Noose, kembali menarik perhatian lewat rilisan terbaru mereka, “Ampar-Ampar Pisang”. Lagu rakyat legendaris asal Banjar itu kini hadir dengan warna baru yang lebih keras, cepat, dan penuh makna reflektif.
Jika selama ini “Ampar-Ampar Pisang” dikenal sebagai lagu anak-anak yang ringan dan ceria, Primitive Monkey Noose justru membongkar sisi lain dari lagu tersebut. Mereka melihat lagu itu sebagai metafora tentang kehidupan, hubungan, dan hal-hal kecil yang perlahan bisa menghancurkan sesuatu dari dalam.
“Bahwa sesuatu yang ‘dihampar’—entah itu harapan, hubungan, atau perjalanan hidup—tidak selalu hancur karena badai besar, melainkan justru sering runtuh akibat kelalaian kecil yang terus dibiarkan,” ujar vokalis Primitive Monkey Noose, Richy Petroza.
Lewat aransemen punk-rock yang agresif dipadukan dengan karakter musikal khas Kalimantan Selatan, band ini mencoba membawa lagu tradisional ke ruang yang lebih gelap, emosional, dan relevan dengan kehidupan modern.
Drummer Primitive Monkey Noose, Juli Yusman, mengatakan reinterpretasi tersebut sengaja dibuat agar pendengar bisa melihat kembali hal-hal sederhana yang selama ini dianggap sepele.
“Pesan yang kami bawa dalam versi ini mencoba mengajak pendengar melihat kembali hal-hal sederhana yang selama ini dianggap sepele, padahal justru menjadi fondasi penting dalam kehidupan,” ujarnya.
Single “Ampar-Ampar Pisang” diproduksi langsung oleh Primitive Monkey Noose dan direkam di Beehive Studio, Batulicin. Dalam proses kreatifnya, mereka tetap mempertahankan identitas musik yang selama ini dikenal publik: perpaduan punk-rock dengan instrumen tradisional khas Banjar seperti panting.
Primitive Monkey Noose sendiri dikenal sebagai unit punk rock asal Kalimantan Selatan yang konsisten mengangkat budaya lokal dan isu-isu eksistensial dalam karya mereka. Sejak 2022, mereka telah merilis mini album Anthem of South Borneo hingga album penuh Waja Sampai Kaputing dalam format digital, CD, dan kaset.***


