SONICPOP.ASIA – Younki’s Pizza, Banjarbaru (24/05) menjadi tempat saksi rangkaian acara peringatan Hari Buruh, Pers, dan Tragedi Jumat Kelabu yang masih menjadi trauma kolektif bagi masyarakat Kalsel yang terdampak, dan sialnya sampai saat ini masih belum ada titik terang dan keadilan yang jelas bagi korban.
Acara ini merupakan kolaborasi lintas lembaga, komunitas, dan kolektif yang ada di Kalimantan Selatan. Tujuannya jelas: mengabarkan dan membangun kesadaran bahwa kondisi Indonesia saat ini benar-benar sangat rapuh.
Rangkaian acara dimulai dari nobar dan diskusi yang diisi oleh kawan-kawan jurnalis dan akademisi, dilanjut malam refleksi, hingga acara puncaknya berupa gigs hip-hop yang dipenuhi teriakan, amarah, dan solidaritas.
Memanfaatkan ruangan penuh torehan graffiti dan mural di sisi Younki’s Pizza, suasana terasa intimate dan cocok untuk pesta rap malam itu. Ada tujuh penampil yang siap mendobrak panggung dengan gelontoran rima mereka: Rustin, Xbar, Southgun, Akayah, Crazyzal, M-Cult, dan Wasaka.
Musik yang dibawakan juga cukup beragam, mulai dari hipdut yang belakangan sedang naik, hingga oldschool hip-hop dengan kritik yang penuh dar der dorr~~~.
Eskalasi panasnya bulan Mei membuat tubuh cepat berkeringat. Kadang sesekali penonton harus keluar mencari angin, sembari menunggu MC selesai bercuap-cuap memanggil penampil selanjutnya.
Namun malam itu, para rapper tidak hanya tampil untuk menghibur. Mereka ikut membakar suasana lewat pidato-pidato yang lantang: memaki polisi, mengejek rezim, sekaligus mengingatkan bahwa ruang yang dibentuk bukan hanya milik golongan tertentu, tetapi milik siapa saja tanpa batas gender, agama, ras, bahkan orientasi seksual.
Mungkin hal-hal seperti ini yang jarang ditemukan di gigs hip-hop lain yang sering dibatasi aturan sponsor dan tuntutan entertainment.
Gigs ditutup oleh penampilan grup hip-hop Wasaka lewat tembang andalan mereka, Borneo Vs Everybody, yang sarat kesadaran daerah dan kritik politik terhadap Kalimantan.
Acara memang tuntas, namun api harus tetap terjaga.
Seperti kata Herry “Ucok” Sutresna: “Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan.” Dengan keran solidaritas, api itu akan tetap menyala.
“Kasih Api – Kasih Api,” kata Borneo Kid menambahi.
*Reportase ini ditulis oleh Sri Prabovvo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.


