SONICPOP.ASIA – Setelah sempat lebih banyak bergerak lewat rilisan single dan hanya merilis satu lagu sepanjang tahun lalu, Dikta akhirnya kembali dengan karya yang lebih utuh. Musisi sekaligus penyanyi tersebut resmi merilis EP terbaru bertajuk Unapologetic pada 15 Mei 2026, sebuah proyek yang menjadi ruang eksplorasi baru dalam perjalanan bermusiknya.
Lebih dari sekadar judul, Unapologetic merepresentasikan cara Dikta menjalani seluruh proses kreatif EP ini. Ia mengerjakannya dengan penuh keyakinan, tanpa keraguan, dan tanpa penyesalan sedikit pun.
“Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini,” ungkap Dikta.
Menurutnya, nama Unapologetic dipilih karena paling mampu menggambarkan energi dan semangat yang ingin ia hadirkan dalam karya terbarunya tersebut.
EP ini berisi enam lagu yang memperlihatkan sisi musikal Dikta yang belum banyak dieksplorasi sebelumnya. Meski tidak seluruhnya bersifat eksperimental, beberapa lagu menjadi wadah bagi Dikta untuk memainkan warna musik yang selama ini ingin ia coba namun belum sempat diwujudkan.
Hasilnya, Unapologetic hadir dengan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya, baik dari sisi musikalitas, pendekatan lirik, maupun emosi yang dibangun di dalamnya.
Dari enam lagu yang ada, Stop Bilang Iya dipilih sebagai focus track. Lagu tersebut mengangkat tema tentang people pleaser dan menjadi pengingat untuk lebih berani memprioritaskan diri sendiri.
Lewat lagu itu, Dikta ingin menyampaikan bahwa mengatakan “tidak” bukanlah sesuatu yang salah.
“Kalau ‘iya’ terus ya capek aja,” ujarnya.
Tak hanya menawarkan eksplorasi musikal baru, Unapologetic juga menjadi salah satu karya paling personal yang pernah dibuat Dikta. Banyak cerita dalam EP ini terinspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri, mulai dari hubungan keluarga, perjalanan hidup, hingga refleksi pribadi yang selama ini jarang ia tuangkan secara terbuka dalam lagu-lagunya.
Kedekatan tema tersebut membuat Unapologetic terasa lebih jujur dan emosional dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Menariknya, seluruh proses pengerjaan EP ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, sekitar dua bulan. Di balik proses tersebut, tersimpan cerita tentang tekanan deadline yang membuat seluruh tim harus bekerja ekstra keras.
Dikta mengaku sempat salah memperhitungkan jadwal produksi karena terpotong masa libur Lebaran. Akibatnya, proses penyelesaian materi berlangsung sangat intens dan penuh tantangan.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu proses kreatif paling berkesan baginya.
Perilisan Unapologetic juga menjadi titik penting setelah Dikta mengambil waktu untuk mengevaluasi diri dan mencari arah musik yang benar-benar ingin ia jalani.
Kini, melalui EP tersebut, ia merasa telah menemukan jawaban atas pencarian itu dan siap membuka babak baru dalam karier bermusiknya.
Ke depan, Dikta berencana kembali aktif merilis karya secara berkala. Jika materi yang terkumpul dirasa cukup, bukan tidak mungkin seluruhnya akan bermuara menjadi sebuah album penuh.
Lewat Unapologetic, Dikta tidak hanya menandai comeback-nya di industri musik, tetapi juga menunjukkan transformasi sebagai musisi yang lebih jujur, lebih berani, dan tanpa kompromi.
EP Unapologetic kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.


