SONICPOP.ASIA – Unit neo-psikedelia asal Medan, Yoko City Ghost, kembali menghadirkan eksplorasi musikal yang berbeda lewat single terbaru bertajuk “Mantra Akar Kamboja”. Dirilis bertepatan dengan perayaan Record Store Day 2026, lagu ini menjadi penanda arah baru band tersebut yang mulai menyelami akar budaya Melayu tanpa meninggalkan karakter psikedelik yang selama ini menjadi identitas mereka.
“Mantra Akar Kamboja” menghadirkan kisah apokaliptik bernuansa mistis tentang alam yang bangkit melawan keserakahan manusia. Lagu ini menggambarkan dunia yang perlahan runtuh akibat dominasi peradaban modern yang dianggap semakin jauh dari keseimbangan alam.
Melalui lirik-lirik puitis dan simbolik, Yoko City Ghost menyampaikan pesan tentang kekuatan purba yang kembali mengambil alih ketika manusia kehilangan hubungan dengan lingkungan dan tradisinya. Alam digambarkan bukan lagi sebagai korban, melainkan kekuatan yang melakukan pemulihan dengan caranya sendiri.
Secara musikal, lagu ini menjadi salah satu karya paling berani yang pernah dirilis Yoko City Ghost. Band yang selama ini dikenal dengan warna neo-psikedelia, indie rock, dan nuansa baroque tersebut memilih membangun fondasi lagu dari musik folk Melayu khas Sumatra Timur.
Untuk memperkuat nuansa tersebut, mereka menggandeng musisi Melayu sekaligus pemain biola Tengku Ryo. Sentuhan biola yang ritmis berpadu dengan distorsi, synthesizer, dan atmosfer psikedelik yang menjadi ciri khas Yoko City Ghost.
Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan yang tidak biasa antara tradisi dan modernitas. Folk Melayu yang sarat akar budaya bertemu dengan eksplorasi musik alternatif yang eksperimental, menghasilkan warna baru yang terasa segar sekaligus akrab.
Selain menghadirkan arah musikal baru, “Mantra Akar Kamboja” juga menjadi rilisan spesial bagi Tony Ruin. Vokalis terbaru Yoko City Ghost tersebut untuk pertama kalinya dipercaya menggarap ilustrasi sampul single, menambah sentuhan personal dalam karya terbaru mereka.
Lagu ini memperkuat perjalanan Yoko City Ghost sebagai salah satu kelompok musik alternatif yang konsisten membangun identitas sendiri di luar arus utama. Setelah merilis album “Sputnik-1” pada 2024 dan sejumlah single lainnya, band ini kini tengah menyiapkan album kedua yang dijadwalkan meluncur sepanjang 2026.


