• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Jumat, September 18, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Fatin, Usia 30, dan Kemewahan Bernama “Tidur Siang”

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
Agustus 19, 2026
in Berita Terbaru
Fatin, Usia 30, dan Kemewahan Bernama “Tidur Siang”
Share on FacebookShare on Twitter

Memasuki usia 30 tahun, Fatin Shidqia mulai meninggalkan cerita cinta barang sebentar. Lewat “Tidur Siang”, ia memilih membicarakan satu hal yang mungkin lebih relevan bagi orang dewasa hari ini: betapa nikmatnya punya waktu untuk tidak melakukan apa–apa.

Waktu kecil, tidur siang mungkin masuk daftar aktivitas paling menyebalkan yang pernah dipaksakan orang tua. Ketika mata sedang segar-segarnya dan dunia terasa terlalu menarik untuk dilewatkan, kita malah diminta masuk kamar, memejamkan mata, dan diam sampai sore.

Lalu kita tumbuh dewasa. Dan entah sejak kapan, tidur siang berubah menjadi sebuah privilege.

Kurang lebih ironi sederhana itulah yang ditangkap Fatin Shidqia dalam single terbarunya, “Tidur Siang”. Setelah merilis album Cerita Kita pada Oktober 2025, kali ini Fatin sedikit menjauh dari perkara percintaan yang selama ini cukup lekat dengan diskografinya. Ia memilih membicarakan hidup, bertambahnya umur, dan kenyataan bahwa beberapa hal yang dulu terasa biasa saja ternyata menjadi semakin mahal ketika dewasa.

“Dulu waktu kecil, kita selalu disuruh tidur siang dan selalu menolak, tapi saat sudah dewasa, ternyata susah sekali mendapatkan waktu untuk tidur siang,” cerita Fatin.

Kalimat itu sederhana, bahkan mungkin terdengar receh. Tapi semakin dipikirkan, semakin masuk akal.

Menjadi dewasa memang punya selera humor yang agak aneh. Waktu kecil ingin cepat besar supaya bebas melakukan apa saja. Begitu besar, sebagian hidup justru dihabiskan dengan bekerja, membayar ini-itu, mengatur jadwal, membalas pesan, memikirkan besok makan apa, dan sesekali berharap punya dua jam kosong untuk rebahan tanpa merasa bersalah.

Fatin tampaknya sedang berada di fase memahami absurditas kecil semacam itu.

Tahun ini ia menginjak usia 30 tahun. Usia yang cukup jauh dari Fatin berumur 16 tahun yang pertama kali dikenal publik. Sebagian pendengarnya bahkan ikut tumbuh bersamanya. Kalau dulu perkara cinta terasa cukup mendesak untuk dibicarakan berkali-kali, sekarang hidup menyediakan topik lain yang tak kalah rumit.

“Aku sudah cukup banyak bercerita tentang percintaan. Kali ini, aku ingin memberikan karya yang berbeda untuk teman-teman yang selama ini sudah bertumbuh denganku,” katanya.

Artwork Tidur Siang

Lima Jam dan Satu Lagu

“Tidur Siang” juga menjadi kolaborasi pertama Fatin dengan Will Mara. Menariknya, keduanya tidak membutuhkan proses pendekatan kreatif yang terlalu panjang. Lagu ini justru lahir pada pertemuan pertama mereka. Dalam waktu sekitar lima jam, lirik dan melodi selesai, termasuk demo awalnya. Proses berikutnya hingga rekaman rampung membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

Fatin menyebut prosesnya berjalan cukup natural. Ia dan Will ternyata cepat menemukan frekuensi yang sama, termasuk ketika membicarakan mood lagu, lirik-lirik yang sengaja dibuat ringan, sampai melodi yang ia gambarkan sebagai “gemas”.

Dan mungkin memang seharusnya begitu.

Sebab “Tidur Siang” tidak sedang berusaha menjadi renungan hidup yang kelewat berat. Gagasannya justru berangkat dari sesuatu yang sangat sehari-hari: semakin bertambah umur, semakin kita sadar bahwa hidup tidak selamanya menyenangkan, tapi juga tidak selamanya menyebalkan. Kadang semuanya cuma sedang lewat.

Ada hari ketika pekerjaan berantakan. Ada hari ketika hidup terasa menyenangkan. Ada juga hari ketika pencapaian terbesar kita mungkin cuma berhasil tidur siang satu jam tanpa diganggu siapa pun. Tidak semuanya harus diberi makna besar.

In This Economy, Santai Sedikit Mungkin Tidak Ada Salahnya

Ada satu kalimat Fatin yang rasanya cukup merangkum “Tidur Siang”: “in this economy, kita hidup sesuai kemampuan aja.”

Terdengar seperti sesuatu yang muncul dari obrolan grup teman ketimbang sebuah manifesto kehidupan. Justru itu yang membuatnya terasa dekat.

Pesannya bukan tentang bagaimana menjadi versi terbaik diri sendiri sebelum umur tertentu, mengejar semua target, atau memenangkan hidup sebelum orang lain. Fatin justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih sederhana: jalani saja fase yang sedang datang tanpa terlalu sibuk menghukum diri sendiri karena belum sampai ke mana-mana.

“Nikmati semua fase yang sedang dialami sekarang dan percaya bahwa semua akan datang tepat waktunya,” ujar Fatin.

Di zaman ketika umur tertentu sering datang bersama daftar pencapaian yang seolah wajib dicentang—karier, rumah, pasangan, tabungan, keluarga, dan entah apa lagi—sikap semacam ini terdengar cukup menyegarkan.

Tidak revolusioner, memang. Tapi mungkin kita juga tidak selalu membutuhkan revolusi. Kadang kita cuma perlu berhenti sebentar.

Untuk visual “Tidur Siang”, Fatin bekerja bersama Sebastian dari Angankara. Konsep video musiknya dibuat sejalan dengan gagasan lagu dan pesan yang ingin ia bawa. Bahkan dari artwork yang menyertai materi perilisan, dunia “Tidur Siang” sudah diperlihatkan dengan cukup terang: Fatin rebahan di antara warna-warna pastel dan bentuk-bentuk playful, jauh dari kesan sebuah lagu reflektif yang ingin tampil murung atau terlalu serius.

Karena pada akhirnya, “Tidur Siang” bukan lagu tentang menjadi tua. Ia lebih seperti catatan kecil tentang bagaimana perspektif kita berubah diam-diam selama tumbuh dewasa. Tentang sesuatu yang dulu kita tolak, lalu bertahun-tahun kemudian justru kita rindukan.

Fatin berharap lagu ini bisa membawa pendengarnya kembali mengingat masa kecil sekaligus menemani mereka yang sedang menjalani proses menjadi dewasa.

Dan mungkin setelah semua urusan tentang umur, tuntutan hidup, ekonomi, dan masa depan itu selesai dibicarakan, ada satu kesimpulan yang jauh lebih gampang: Tidur siang ternyata memang seenak itu.

“Tidur Siang” ditulis oleh Fatin bersama Will Mara dan diproduseri oleh Will Mara. Single ini tersedia di seluruh platform musik digital mulai 30 Juli.

Instagram: @fatin30
All DSP: Fatin
Youtube: FatinShidqiaOfficial

Next Post
“Love Is Here”: Giliran Jakarta Kedatangan HOA

“Love Is Here”: Giliran Jakarta Kedatangan HOA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.