• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Sabtu, September 19, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Endah N Rhesa dan Malam-Malam yang Terlalu Sepi untuk Berpura-pura Kuat

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
September 1, 2026
in Berita Terbaru
Endah N Rhesa dan Malam-Malam yang Terlalu Sepi untuk Berpura-pura Kuat
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu waktu dalam sehari ketika manusia biasanya kehabisan alasan untuk menghindari pikirannya sendiri: malam hari. Pekerjaan sudah selesai, notifikasi mulai sepi, obrolan berhenti, dan hal-hal yang sejak pagi berhasil kita tunda pelan-pelan datang lagi. Kadang berupa kekhawatiran. Kadang kenangan. Kadang seseorang yang sudah tidak ada.

Ruang sunyi semacam itu yang kemudian menjadi tempat Endah N Rhesa membangun lagu terbaru mereka, “Terang Bulan”. Lagu ini datang setelah “Merelakanmu”, single yang berbicara mengenai kehilangan seseorang yang disayangi. Tapi kalau lagu sebelumnya berada di sekitar peristiwa kehilangan itu sendiri, “Terang Bulan” bergerak sedikit lebih jauh: menuju hari-hari setelahnya.

Hari ketika hidup, mau tidak mau, tetap harus jalan. Dan ternyata, merelakan seseorang bukan berarti urusannya langsung selesai.

Setelah kehilangan, ternyata masih ada hari esok.

Kehilangan punya cara aneh untuk mengubah hal-hal biasa menjadi terasa berbeda. Siang hari mungkin masih bisa dilewati dengan pekerjaan dan segala kesibukan. Masalahnya muncul ketika malam datang dan distraksi mulai habis.

Di situlah “Terang Bulan” mengambil tempat. Endah N Rhesa menulis lagu ini dari kegelisahan yang semakin dekat dengan kehidupan mereka belakangan. Bertambahnya usia membawa kesadaran baru tentang kehilangan. Kabar duka dari orang-orang terdekat datang silih berganti, sementara hidup terus bergerak tanpa terlalu peduli apakah seseorang sudah siap menerima semuanya atau belum.

Artwork Terang Bulan

Dari situ muncul satu pertanyaan sederhana, tapi cukup mengganggu: memangnya kita harus selalu terlihat kuat? Salah satu bagian lagu bahkan mempertanyakan keharusan untuk terus memainkan peran sebagai seseorang yang seolah tak terkalahkan.

Pertanyaan semacam ini terasa dekat justru karena tidak menawarkan sesuatu yang heroik. Tidak ada tuntutan untuk segera bangkit. Tidak pula ada nasihat bahwa semua akan baik-baik saja besok pagi. Yang ada hanyalah pengakuan bahwa kadang manusia memang sedang tidak baik-baik saja. Dan mungkin itu cukup.

Malam sebagai ruang untuk berhenti berbohong.

Bagi Endah, malam menjadi waktu untuk melakukan refleksi dan introspeksi. Ketika distraksi berkurang dan aktivitas selesai, ada kesempatan untuk menumpahkan emosi tanpa harus buru-buru kembali memainkan peran dalam kehidupan sehari-hari.

Keheningan akhirnya bukan sesuatu yang harus ditakuti. Ia justru memberi kesempatan untuk lebih jujur terhadap apa yang sebenarnya sedang dirasakan termasuk sedih, takut, ragu, atau perasaan-perasaan lain yang sepanjang hari biasanya kita simpan baik-baik.

“Terang Bulan” kemudian tidak datang sebagai lagu yang sok tahu bagaimana caranya menyembuhkan kehilangan.

Ia tidak punya resep.

Tidak ada sepuluh langkah berdamai dengan keadaan. Tidak ada kewajiban untuk menjadi versi diri yang lebih kuat setelah mengalami sesuatu yang buruk.

Lagu ini memilih menemani.

Sebab barangkali ada masa ketika seseorang tidak membutuhkan jawaban. Ia cuma membutuhkan ruang untuk mengakui bahwa ada sesuatu yang masih terasa berat. Dan manusia memang tidak harus selalu memenangkan pertarungan dengan perasaannya sendiri. Kadang kita cuma perlu duduk sebentar bersamanya.

Dari “Merelakanmu” menuju “Menyambut Matahari”

“Terang Bulan” nantinya menjadi bagian dari mini album terbaru Endah N Rhesa bertajuk Menyambut Matahari. Bersama “Merelakanmu”, lagu ini masuk ke dalam rangkaian lima lagu berbahasa Indonesia yang merekam perjalanan emosional tentang kehilangan, penerimaan, sampai akhirnya menemukan harapan.

Rhesa mengakui mini album tersebut terasa lebih sendu dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya. Bukan karena sejak awal mereka berencana membuat sesuatu yang muram, melainkan karena musiknya tumbuh mengikuti fase kehidupan yang sedang mereka jalani.

Mungkin itu pula yang membuat arah tersebut terasa masuk akal.

Setelah lebih dari dua dekade berjalan sebagai duo, kehidupan tentu tidak lagi dilihat dari tempat yang sama seperti ketika Endah N Rhesa memulai perjalanan mereka pada 2004. Usia bertambah. Orang-orang datang dan pergi. Ketakutan berubah bentuk.

Musik, pada akhirnya, ikut berubah bersama orang-orang yang membuatnya. Judul Menyambut Matahari sendiri terdengar seperti sebuah tujuan setelah perjalanan panjang di malam hari. Tapi sebelum matahari benar-benar muncul, rupanya ada satu bagian yang tidak bisa dilewati begitu saja.

Kita harus melewati malamnya terlebih dahulu.“Terang Bulan” memilih tinggal di sana sebentar. Bukan untuk membuat kesedihan terdengar lebih indah dari kenyataannya, melainkan untuk mengingatkan bahwa tidak semua perasaan harus segera dibereskan. Beberapa cukup diberi tempat sampai kita siap berjalan lagi.

Dan kalau malam ini kebetulan terasa sedikit lebih panjang dari biasanya, mungkin tidak apa-apa. Besok pagi masih ada.

Akses Sosial Media :
Instagram : @endahnrhesa | TikTok : @endahnrhesaofficial | All DSP : Endah n Rhesa  YouTube : Endah n Rhesa

Next Post
Dari Samarinda, Theo Nugraha Berbagi Piringan dengan Iggor Cavalera dan Para Begawan Noise Dunia

Dari Samarinda, Theo Nugraha Berbagi Piringan dengan Iggor Cavalera dan Para Begawan Noise Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.