• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Sabtu, September 19, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Réjizz Sudah Selesai Membayangkan Masa Depan. Sekarang Ia Hidup di Dalamnya

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
September 4, 2026
in Berita Terbaru
Réjizz Sudah Selesai Membayangkan Masa Depan. Sekarang Ia Hidup di Dalamnya
Share on FacebookShare on Twitter

Ada jarak yang lumayan jauh antara membayangkan akan menjadi siapa dan benar-benar sampai di titik itu. Kadang menyenangkan, kadang malah bikin kita sadar kalau tumbuh dewasa ternyata jauh lebih berantakan daripada yang pernah dibayangkan.

Réjizz tampaknya sedang berada di titik tersebut.

Rapper, penyanyi, sekaligus produser asal Bangkok ini baru saja melepas The Era, sebuah EP berisi lima lagu yang terasa seperti kelanjutan sekaligus jawaban atas proyek sebelumnya, The New Era. Kalau judul yang terakhir terdengar seperti seseorang sedang menunjuk sesuatu di kejauhan, The Era justru terasa seperti pernyataan sederhana: masa depan itu sudah datang. Sekarang ia harus menjalaninya.

Dan rupanya, sampai di sana tidak otomatis membuat hidup menjadi lebih gampang.

Justru dalam The Era, Réjizz memilih membuka bagian-bagian dirinya yang mungkin sebelumnya lebih nyaman disimpan sendiri. Ada karier musik yang bergerak semakin jauh, kehidupan personal yang ikut berubah, sampai pengalaman dipaksa tumbuh dewasa lebih cepat dari yang ia kira.

Réjizz sendiri menyebut proyek ini sebagai salah satu titik ketika ia bisa tampil paling terbuka dan rentan. Menariknya, keterbukaan itu bukan lahir dari kebingungan. Sebaliknya, selama mengerjakan EP ini ia merasa tahu persis apa yang ingin dibicarakan—dan untuk sekali ini, tidak merasa perlu terlalu banyak bersembunyi di baliknya.

The Era Album Cover

Kencan Modern Memang Agak Konyol

Di tengah segala pembicaraan soal bertumbuh tadi, ada “JRIZ”, satu-satunya lagu berbahasa Thailand dalam The Era.

Alih-alih menjadikan urusan cinta sebagai drama besar dengan hujan metaforis dan tatapan kosong ke jendela, Réjizz membawanya ke wilayah yang lebih menyenangkan. Hip-hop bertemu jazz, lalu digunakan untuk membicarakan sesuatu yang rasanya semakin absurd dari tahun ke tahun: kencan modern.

“JRIZ” melihat kekacauan tersebut dari dua sisi—pria dan wanita. Dua perspektif itu kemudian dipertemukan dalam cerita yang jenaka tetapi tetap terasa dekat. Semacam pengingat bahwa perkara hubungan manusia sering kali tidak membutuhkan kesimpulan filosofis. Kadang memang sama-sama bingung saja.

Lagu tersebut juga memperlihatkan karakter musikal Réjizz yang selama ini ia bangun. Hip-hop dalam tangannya memang tidak pernah benar-benar tinggal sendirian.

Ada jazz, soul, R&B, lalu akar musik Thailand seperti Mo Lam dan Luk Thung yang ikut menyelinap ke dalam apa yang ia sebut sebagai Thai-Funk. Réjizz juga bergerak antara bahasa Thailand dan Inggris tanpa membuat salah satunya terasa seperti aksesori eksotis untuk yang lain.

Sebelum The Era tiba secara utuh, sebagian dunianya sudah diperlihatkan melalui “Long Disco Relationship” dan “Uncomfortable Situations”. Kedua lagu itu kemudian menemukan jalannya menuju sejumlah playlist editorial Spotify dan Apple Music, sementara nama Réjizz mulai beredar lebih jauh di media-media Asia Tenggara.

Tetapi barangkali hal yang lebih menarik dari perjalanan tersebut bukan seberapa jauh namanya sudah bepergian. Melainkan bagaimana ia membawa Bangkok bersamanya.

Tidak Perlu Meninggalkan Bangkok untuk Pergi Lebih Jauh

Réjizz datang dari generasi musisi Asia yang tampaknya semakin tidak tertarik dengan gagasan bahwa musik harus terdengar “internasional” dengan cara menghapus tempat asalnya.

Dalam musiknya, referensi lokal dan bahasa Thailand justru hidup berdampingan dengan hip-hop dan R&B kontemporer. Hasilnya bukan usaha keras untuk terdengar Barat, juga bukan romantisasi berlebihan terhadap tradisi. Semuanya ditempatkan dalam ruang yang sama dan dibiarkan saling mengganggu.

Pendekatan itu membawa Réjizz dari skena underground Bangkok menuju panggung festival regional. Ia juga menjadi artis Thailand pertama yang dikontrak Marshall Records.

Dan sekarang sampailah kita pada The Era.

Lima lagunya “I’ve Been Around”, “JRIZ”, “Uncomfortable Situations”, “Long Disco Relationship”, dan “In My Position” tidak terdengar seperti usaha seseorang untuk mengumumkan kelahiran versi baru dirinya dengan spanduk besar.

Mungkin justru sebaliknya.

The Era terasa seperti Réjizz berhenti sibuk menerka-nerka akan menjadi siapa berikutnya. The New Era pernah berbicara mengenai sesuatu yang masih berada di depan mata. Kini ia sudah sampai di sana.

Ada karier yang berkembang. Ada hubungan yang berantakan. Ada proses tumbuh dewasa yang datang terlalu cepat. Ada pula keberanian untuk mengakui bahwa semua perubahan itu meninggalkan bekas.

Dan mungkin sebuah “era baru” memang tidak selalu dimulai dengan ledakan besar. Kadang ia baru terasa ketika kita menoleh sebentar, melihat segala sesuatu yang sudah berubah, lalu sadar:

oh, ternyata kita sudah hidup di dalamnya.

Instagram : @rayjayrangsit | TikTok : @rayjayrangsit | All DSP : Réjizz | YouTube : Réjizz

Next Post
Joshua Loing Tahu Kita Tak Akan Pernah Sepenuhnya Mengerti Hidup Orang Lain

Joshua Loing Tahu Kita Tak Akan Pernah Sepenuhnya Mengerti Hidup Orang Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.