• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Sabtu, September 19, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Pee Wee Gaskins, Boniex, dan Rumah yang Perlahan Runtuh dari Dalam

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
September 14, 2026
in Berita Terbaru
Pee Wee Gaskins, Boniex, dan Rumah yang Perlahan Runtuh dari Dalam
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu kalimat yang mungkin pernah didengar banyak anak ketika hubungan orang tuanya sudah tidak baik-baik saja: bertahan demi anak.

Kedengarannya mulia. Bahkan masuk akal. Orang tua tetap bersama, rumah tetap ada, keluarga tidak pecah. Setidaknya secara administratif, semuanya masih lengkap.

Masalahnya, anak juga tinggal di dalam rumah itu.

Mereka mendengar percakapan yang tiba-tiba berhenti ketika masuk ruangan. Mereka tahu kapan makan malam terasa terlalu sunyi. Mereka bisa merasakan dua orang yang tinggal satu atap tetapi sudah lama tidak benar-benar hidup bersama.

Dan kadang, mempertahankan rumah tidak otomatis mempertahankan rasa aman di dalamnya.

Wilayah yang tidak nyaman itulah yang dimasuki Pee Wee Gaskins lewat single terbarunya, “(R)u(N)tuh)”, bersama Boniex dari for Revenge. Lagu ini berbicara tentang keluarga yang dari luar mungkin masih terlihat utuh, sementara orang-orang di dalamnya perlahan berantakan.

Menariknya, gagasan lagu ini tidak sepenuhnya lahir dari ruang latihan atau sesi menulis lagu.

Dochi lebih dulu membuka percakapan di Threads dan mengumpulkan cerita dari orang-orang yang pernah hidup dalam situasi broken home. Ada respons, testimoni, sampai wawancara singkat. Cerita-cerita itu kemudian disaring dan menjadi salah satu fondasi emosional untuk lirik “(R)u(N)tuh)”.

Jadi ketika lagunya berbicara tentang seorang anak yang tumbuh di antara dua orang tua yang memilih bertahan meski hubungan mereka sudah kehilangan kebahagiaan, ceritanya tidak datang sepenuhnya dari ruang kosong.

Ada pengalaman orang lain yang ikut hidup di sana.

Artwork (R)u(n)tuh

Ketika “demi anak” ternyata tidak sesederhana itu

“(R)u(N)tuh)” tidak sedang sibuk menentukan siapa penjahat dan siapa korban dalam sebuah perceraian. Bahkan lagunya tidak mencoba menjual gagasan bahwa berpisah selalu lebih baik daripada bertahan.

Yang dipertanyakan justru sesuatu yang sering kita terima begitu saja: apakah bentuk keluarga lebih penting daripada keadaan orang-orang di dalamnya?

Sebab dua orang dewasa bisa saja memutuskan untuk tetap tinggal bersama demi anak. Tetapi anak yang menjadi alasan mereka bertahan justru harus tumbuh setiap hari di tengah jarak, pertengkaran, atau ketidakbahagiaan yang tidak pernah benar-benar selesai.

Rumah akhirnya tetap berdiri.

Hanya saja, anaknya mulai mencari “rumah” di tempat lain.

PWG sendiri menegaskan bahwa lagu ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi perceraian atau memaksa orang memiliki pandangan tertentu tentang keluarga. Dochi juga tidak berharap satu lagu bisa mengubah cara semua orang melihat persoalan tersebut. Ia hanya ingin cerita ini sampai kepada orang-orang yang pernah atau sedang berada di posisi serupa.

Dan mungkin justru karena tidak datang membawa solusi besar, “(R)u(N)tuh)” terasa lebih masuk akal.

Pop-punk juga boleh membicarakan hal yang berantakan

Bagi Pee Wee Gaskins, memasukkan persoalan berat ke dalam musik mereka sebenarnya bukan wilayah yang sepenuhnya baru.

Di balik identitas pop-punk yang selama ini melekat kuat, lagu-lagu seperti “Selama Engkau Hidup” dan “Be Brave And Carry On” sebelumnya juga membawa PWG ke wilayah yang lebih reflektif. Kali ini, “(R)u(N)tuh)” membawa energi tersebut menuju persoalan keluarga, luka, dan perasaan tidak aman yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Boniex masuk ke dalam lagu bukan sekadar sebagai nama kolaborator yang ditempel supaya poster perilisan terlihat lebih ramai. Dalam prosesnya, ia ikut membantu menemukan notasi dari lirik yang sudah ditulis Dochi. Karakter vokalnya kemudian dipertemukan dengan Sansan, sementara identitas musikal PWG tetap menjadi benang merahnya.

Hasilnya menarik karena ada dua dunia yang bertemu pada tema yang memang cocok untuk keduanya: musik yang tetap punya tenaga, tetapi membawa sesuatu yang jauh lebih muram di bawah permukaannya.

Anak tidak seharusnya menjadi wasit

Barangkali bagian paling penting dari “(R)u(N)tuh)” bukan soal apakah orang tua akhirnya memilih bertahan atau berpisah.

Melainkan apa yang terjadi kepada anak setelahnya.

Pesan lagu ini secara khusus diarahkan kepada mereka yang pernah tumbuh dalam keadaan semacam itu: bahwa mereka bukan penyebab dari keretakan tersebut, tidak harus memilih salah satu pihak, dan tetap boleh mencintai kedua orang tuanya. Di atas semuanya, mereka tetap berhak punya hidup yang bahagia.

Ini terdengar sederhana sampai kita menyadari betapa sering anak justru terseret menjadi saksi, perantara, alasan bertahan, bahkan kadang hakim dalam persoalan dua orang dewasa.

Padahal mereka tidak pernah mendaftar untuk pekerjaan itu.

Pada akhirnya, “(R)u(N)tuh)” tidak benar-benar menawarkan resep tentang bagaimana sebuah keluarga seharusnya diselamatkan. Tidak ada lima langkah berdamai dengan perceraian. Tidak ada kesimpulan bahwa berpisah pasti benar atau bertahan pasti salah.

Yang ada hanya pengakuan bahwa sesuatu bisa terlihat utuh dari luar dan tetap terasa hancur bagi orang yang hidup di dalamnya.

Dan bahwa melepaskan, dalam beberapa keadaan, tidak selalu berarti gagal.

Kadang itu justru menjadi awal untuk berhenti saling menyakiti.

“(R)u(N)tuh)” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Tetapi mungkin ukuran keberhasilan lagu seperti ini bukan berapa kali ia diputar. PWG dan Boniex sendiri menyimpan harapan yang jauh lebih sederhana: jika ada seseorang yang mendengarkannya sendirian dan untuk beberapa menit merasa pengalamannya ternyata tidak cuma dialami dirinya sendiri, lagu ini sudah menemukan tempatnya.

Access PWG, Boniex :
Instagram :@pwgofficial , @boniexnoer | TikTpeeweegaskins | All DSP :Pee WeeGaskins , Boniexe WeeGaskins , Boniex YouTube : Pee Wee Gaskins

Next Post
“Calls In Motion”: Ketika Sleepz Mengubah Setahun Kehidupan Menjadi Enam Lagu

“Calls In Motion”: Ketika Sleepz Mengubah Setahun Kehidupan Menjadi Enam Lagu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.