• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Kamis, November 5, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

“Gemintang” Tak Perlu Dibikin Muda Lagi, Ia Cuma Butuh Cara Baru untuk Bersenang-senang

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
Oktober 2, 2026
in Berita Terbaru
“Gemintang” Tak Perlu Dibikin Muda Lagi, Ia Cuma Butuh Cara Baru untuk Bersenang-senang
Share on FacebookShare on Twitter

Ada lagu-lagu lama yang ketika dibawakan ulang malah terdengar seperti sedang berusaha keras meyakinkan orang bahwa mereka masih relevan. Aransemen dibuat lebih modern, penyanyi diganti dengan yang lebih muda, lalu semuanya diberi embel-embel “fresh” seolah usia adalah sesuatu yang perlu disembunyikan.

Untungnya, “Gemintang” tidak mengambil jalan sejauh itu.

Dua dekade setelah lagu ini dikenal lewat suara Andien, Tohpati membuka kembali salah satu karyanya dan mengajak Sisca Saras untuk masuk ke dalamnya. Bukan untuk menjadi Andien versi generasi berikutnya, melainkan justru untuk mencari kemungkinan lain dari lagu yang sama.

Dan pilihannya cukup menyenangkan: bikin “Gemintang” sedikit lebih genit.

Tempo yang sebelumnya memberi ruang pada suasana syahdu kini bergerak lebih cepat. Bossa nova, jazz, sedikit rasa samba, dan permainan gitar Tohpati membuat “Gemintang” yang baru terdengar seperti seseorang yang tadinya duduk termenung di pojokan pesta, lalu akhirnya memutuskan berdiri dan ikut berdansa.

Sisca sendiri menyebut versinya sebagai sesuatu yang lebih upbeat, bisa dipakai untuk “joget kecil-kecil”, bahkan centil.

Deskripsi terakhir itu mungkin justru yang paling tepat.

Sebab proyek ini tidak terdengar dibangun dari keinginan untuk mengalahkan versi terdahulu. Ada jarak yang sengaja dibuat antara keduanya. Versi lama boleh tetap tinggal dengan segala kemendayuannya, sementara Sisca mendapatkan ruang untuk bermain dengan karakter vokalnya sendiri.

Pilihan Sisca pun bukan sesuatu yang datang secara acak. Dalam proyek Tohpati untuk memperkenalkan kembali sejumlah karya ciptaannya, ia bersama pihak rekaman memilih Sisca karena merasa warna suaranya cocok dengan “Gemintang”. Proses rekamannya bahkan disebut berlangsung relatif cepat.

Bagi Sisca, ajakan itu datang dengan bobot lain.

Artwork Gemintang

Bekerja bersama Tohpati rupanya sudah lama berada dalam daftar keinginannya. Ditambah lagi, lagu yang harus ia nyanyikan bukan materi baru yang belum memiliki sejarah. “Gemintang” sudah hidup sejak 2005, punya pendengarnya sendiri, dan tentu saja membawa ingatan terhadap interpretasi Andien.

Situasi semacam ini sebenarnya cukup gampang berubah menjadi jebakan.

Terlalu mirip, orang akan bertanya buat apa dibuat ulang. Terlalu jauh, orang akan bertanya kenapa tidak bikin lagu baru saja.

Maka keputusan untuk tidak berkompetisi dengan masa lalu terasa masuk akal.

Tohpati memberikan kebebasan kepada Sisca untuk mengeksplorasi cara bernyanyi selama tetap menyatu dengan musiknya. Hasilnya bukan “Gemintang” yang berusaha menghapus apa yang pernah datang sebelumnya, melainkan satu versi alternatif yang kebetulan punya energi lebih ringan.

Di balik perubahan tersebut, tulang punggung lagunya masih sama. Harmoni yang sejak awal membuat Tohpati menyukai komposisi ini tetap berada di sana, begitu pula lirik yang ditulis bersama Andien. Bagi Sisca, maknanya bahkan bisa bergerak lebih jauh dari sekadar hubungan romantis: tentang munculnya harapan dan motivasi baru setelah melewati periode yang tidak menyenangkan. Siaran Pers – Gemintang

Dan mungkin di situlah proyek daur ulang lagu lama menjadi menarik.

Nostalgia sering kali diperlakukan seperti barang pecah belah. Jangan disentuh terlalu banyak. Jangan digeser. Jangan sampai orang yang punya kenangan dengannya marah.

Padahal lagu tidak harus tinggal selamanya di tahun ketika ia pertama kali dirilis.

Ia bisa tumbuh bersama orang-orang yang mendengarnya. Bisa masuk ke telinga generasi yang bahkan mungkin belum lahir ketika versi pertamanya beredar. Bisa pula terdengar berbeda tanpa harus mengumumkan bahwa versi sebelumnya sudah kedaluwarsa.

Sisca dan Tohpati tampaknya memilih kemungkinan terakhir itu.

Mereka tidak membongkar “Gemintang” sampai kehilangan bentuknya. Mereka cuma membuka jendela, menaikkan sedikit temponya, memasukkan bossa nova dan jazz ke dalam ruangan, lalu membiarkan lagu berusia dua dekade itu sedikit lebih santai menghadapi hidup.

Kalau dulu “Gemintang” enak didengarkan sambil bengong, versi ini mungkin lebih cocok untuk bengong sambil menggoyangkan bahu.

Tidak semua pembaruan harus revolusioner.

Kadang sebuah lagu lama cuma perlu diberi kesempatan untuk bersenang-senang lagi.

“Gemintang” versi Sisca Saras dan Tohpati kini tersedia di berbagai platform musik digital.

Access Tohpati, Sisca Saras :

Instagram : @tohpati, @_siscasaras_  | TikTok : @tohpatiguitar, @siscasaras | All DSP : Tohpati, Sisca Saras |YouTube : Tohpati, Sisca Saras

Next Post
Kita Tumbuh Dewasa, Romaria Juga dan Sekarang Ia Sedang Salting di “24/7”

Kita Tumbuh Dewasa, Romaria Juga dan Sekarang Ia Sedang Salting di “24/7”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.