• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Kamis, November 5, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Senja yang Dirampas Asap: Red Cherry Memotret Samarinda Lewat Lagu Terbarunya

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
Oktober 23, 2026
in Berita Terbaru
Senja yang Dirampas Asap: Red Cherry Memotret Samarinda Lewat Lagu Terbarunya
Share on FacebookShare on Twitter

Ada sesuatu yang menyebalkan ketika pemandangan yang selama ini kita anggap biasa tiba-tiba berubah menjadi kemewahan. Langit sore, misalnya. Sesuatu yang mestinya bisa dinikmati siapa saja tanpa perlu membayar tiket atau pergi jauh-jauh. Namun, ketika kabut asap mulai mengambil alih udara, bahkan urusan sederhana seperti menikmati matahari terbenam bisa terasa seperti sebuah kehilangan.

Situasi itulah yang memberi makna baru pada “Sunset in Samarinda”, single terbaru Red Cherry yang dirilis pada 23 Oktober 2026. Trio indie pop asal Samarinda ini mulanya menulis lagu tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap kota kelahiran mereka. Sebuah cerita tentang kenangan, rasa pulang, dan kehangatan sore hari. Namun, ketika perilisan bertepatan dengan persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, romantisme itu mendadak terasa getir.

Red Cherry, yang digawangi Rizvir (vokal), Dennis (gitar), dan Herry (keyboard/synth), memang bukan nama baru di skena musik independen Samarinda. Terbentuk sejak 2018, mereka mengembangkan karakter indie pop yang hangat, dreamy, dengan sedikit sentuhan jazz. Dalam “Sunset in Samarinda”, identitas tersebut dipertemukan dengan petikan instrumen tradisional Dayak, sape, yang diaransemen oleh Dennis.

Perpaduan gitar, synthesizer, dan elemen musik tradisional itu memberi lagu ini kedekatan dengan tempat yang sedang mereka ceritakan. Bukan sekadar menyebut nama kota dalam judul, Red Cherry juga mencoba membawa sebagian identitas musikal Kalimantan ke dalam aransemen mereka.

Menariknya, “Sunset in Samarinda” tidak sejak awal dirancang sebagai lagu protes lingkungan. Perubahan situasi justru membuat cerita tentang kerinduan terhadap rumah memperoleh lapisan makna lain. Ketika langit yang biasanya menjadi bagian dari kenangan mulai tertutup asap, pertanyaan tentang apa yang sebenarnya hilang menjadi jauh lebih relevan.

Artwork – sunset in samarinda

Di luar urusan musikal, persoalan ini juga menyentuh sesuatu yang lebih mendasar. Kabut asap bukan cuma mengganggu pemandangan atau membuat foto senja terlihat kurang menarik. Ada persoalan kualitas udara, kesehatan, dan ruang hidup masyarakat yang ikut dipertaruhkan. Keindahan kota pada akhirnya tidak banyak berarti jika orang-orang yang tinggal di dalamnya harus terus berhadapan dengan ancaman lingkungan.

Dalam proses produksinya, Red Cherry turut bekerja sama dengan Rizki Wahyudi dari Jagasvara untuk mixing dan mastering, sosok yang sebelumnya terlibat dalam proyek Padi Reborn. Sementara artwork single ini dikerjakan oleh Novi Wahyu Kusuma dengan mengangkat visual kawasan Tepian yang akrab bagi masyarakat Samarinda.

Lewat “Sunset in Samarinda”, Red Cherry memperlihatkan bagaimana sebuah lagu cinta terhadap kampung halaman bisa berubah menjadi pengingat tentang sesuatu yang perlahan terancam hilang. Tanpa perlu terdengar seperti pidato lingkungan, mereka membawa persoalan tersebut melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebab mencintai kota tempat kita tumbuh bukan cuma soal mengenang jalanan, bangunan, atau tempat nongkrong favorit. Ada pula keinginan sederhana untuk melihat kota itu tetap layak ditinggali.

Dan kalau menikmati langit sore yang jernih saja mulai terasa seperti sebuah keberuntungan, mungkin ada sesuatu yang memang sedang tidak baik-baik saja.

“Sunset in Samarinda” kini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital.

Instagram: @okredcherry | All DSP:Red Cherry

Next Post
Biasanya Bikin Nangis, Kini Fabio Asher Mengajak Galau Sambil Joget

Biasanya Bikin Nangis, Kini Fabio Asher Mengajak Galau Sambil Joget

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.