Di tengah industri musik yang semakin terobsesi dengan produksi serba bersih dan suara yang dipoles sedemikian rupa, masih ada musisi yang justru menemukan keindahan dari sesuatu yang dianggap usang. Desis piringan hitam, potongan musik lama, hingga ketukan drum yang terdengar kasar menjadi bahan baku yang menarik di tangan mereka.
Salah satunya Sawibeatz, beatmaker asal Palembang yang kembali membawa pendekatan tersebut lewat rilisan terbarunya, STATIC DUST.
Perkenalannya dengan hip-hop ternyata datang dari tempat yang cukup sederhana: video-video skateboarding. Musik MF DOOM dan J Dilla yang mengiringi aksi para skateboarder menjadi pintu masuknya menuju dunia instrumental hip-hop. Dari sana, ketertarikannya berkembang menjadi kegemaran mengutak-atik sampel, menyusun loop, dan mencari kemungkinan baru dari rekaman-rekaman lama.
Pengaruh jazz pun punya tempat tersendiri dalam musiknya. Nama-nama seperti Jiro Inagaki, Ahmad Jamal Quartet, Cortex, Herbie Hancock, hingga Bob James menjadi bagian dari referensi musikalnya. Perpaduan tersebut kemudian membentuk karakter boom bap yang mentah, penuh groove, dan tidak terlalu peduli dengan standar produksi yang harus selalu terdengar sempurna.

Lewat STATIC DUST, Sawibeatz seolah ingin menunjukkan bahwa musik tidak harus selalu lahir dari sesuatu yang benar-benar baru. Potongan suara dari masa lalu bisa memiliki kehidupan kedua ketika dipertemukan dengan ritme dan pendekatan yang berbeda.
Ini juga bukan eksperimen yang datang tiba-tiba. Sejak 2019 hingga 2025, Sawibeatz telah membangun katalog berisi puluhan LP dan EP. Di tengah tren musik yang terus berganti, ia memilih konsisten mengembangkan karakter musikalnya sendiri, tanpa harus sibuk mengejar apa yang sedang ramai dibicarakan.
Ada sesuatu yang menarik dari pendekatan semacam ini. Ketika banyak produser berlomba menghasilkan suara paling jernih, Sawibeatz justru memberi ruang bagi tekstur kasar dan ketidaksempurnaan untuk menjadi bagian dari identitas musiknya. Bukan sekadar nostalgia terhadap era keemasan hip-hop, tetapi juga cara memandang ulang bagaimana sebuah suara bisa diolah menjadi karya baru.
STATIC DUST akan dirilis pada November 2026 melalui Raw Svara, label sekaligus kolektif independen asal Jakarta yang berfokus pada kultur hip-hop berbasis sampling dan format analog. Menariknya, rilisan ini akan tersedia secara eksklusif dalam format kaset, sebuah pilihan yang terasa sejalan dengan pendekatan musikal Sawibeatz yang dekat dengan estetika rekaman lama.
Buat kalian yang menyukai instrumental hip-hop, boom bap, atau sekadar penasaran bagaimana potongan jazz lawas bisa berubah menjadi ketukan yang punya nyawa baru, STATIC DUST patut masuk radar. Pantau perilisan dan informasi pemesanannya melalui Instagram @rawsvara dan @sawibeatz_. Barangkali, di antara suara-suara berdebu itu, ada sesuatu yang justru terasa lebih segar dibanding musik yang terlalu sibuk mengejar kesempurnaan.
Instagram : @rawsvara dan @sawibeatz_



