SONICPOP.ASIA – Setelah meluncurkan tiga single, unit Indie Pop dari Purwokerto, Mancar, akhirnya memantapkan untuk luncurkan mini album/EP bertajuk “Katalis”. Dari keterangan yang diterima Sonic Pop Asia, “Katalis” merupakan hasil dari ketulusan dan kesadaran untuk mengarsipkan rasa-rasa apa saja di sekitar lingkungan perkuliahan dan tongkrongan.
Berangkat dari cerita-cerita sepele yang mungkin terabaikan, kemudian dikembangkan menjadi catatan atau lirik sederhana yang mendukung untuk nostalgia dan refleksi di kemudian hari. Penciptaan album ini juga merupakan hasil peningkatan kesadaran Mancar dalam berkarya melalui musik.
Dalam proses produksi, Mancar juga menggaet dua kolaborator visual artist untuk mengerjakan cover-artwork dan music video. Yudha Arya Bimantara atau akrab dipanggil BAD, merupakan pemuda biasa biasa saja, tidak mencolok dan tidak kaya, yang sedang menempuh pendidikan di Insitut Seni Indonesia Surakarta (ISI). Muhammad Zhillan, adalah warga Sokaraja yang merupakan seorang atlet seni teater yang sedang mencoba konsisten di bidang sinematografi.
Mini album “Katalis” memuat unsur-unsur musuk indie-pop dan indie-rock yang dirangkai sedemikian rupa dengan mempertahkankan kesan musik yang mentah dan tidak terlalu konvensional. Adapun beberapa band yang menjadi referensi penggarapan album ini yaitu: Alvvays, Beach House, dan Yonige, Texpack, Alkateri.
Proses pengerjaan mini album ini dari segi penulisan lirik sampai komposing instrument cukup memakan waktu yang lama. Dalam memproduksi mini album ini juga sama seperti single Mancar yang dirilis sebelumnya, hanya berbekal semangat DIY dan sebidang bedroom yang tidak terlalu luas.
Mancar merupakan unit indie pop/rock dari Purwokerto yang digawangi oleh Asep, Sugab, Faliq, dan Nanto. Band yang lahir dari sekelompok pemuda yang lumayan beken di kampus pesta, sastra, dan budaya. Mancar terbentuk pada tahun 2024, berawal dari iseng main di acara-acara kampus.
“Kita berempat domisili asalnya beda semua, nanto depok, faliq bogor, asep solo, aku banyumas. Nah, masalahnya band kampus kalo personelnya lulus pasti nonaktif atau bubar. Aku sama nanto udah lulus, doi pulang, aku fokus nganggur. Semoga aja perilisan mini album ini bukan aktivasi terakhir kita seumur hidup aja sih. Sekarang fokus ngerjain yang ada, sambil kerja aja, siapa tau bisa kaya, menandingi band-band proper ibu kota ya mbok!” -sugab.



