• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Rabu, Juni 17, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Lewat “We Should Pass, But When?”, Pingos Buktikan Karya yang Mentah Tetap Bisa Nyaman untuk Didengar

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
April 23, 2026
in Berita Terbaru
Lewat “We Should Pass, But When?”, Pingos Buktikan Karya yang Mentah Tetap Bisa Nyaman untuk Didengar
Share on FacebookShare on Twitter

SONICPOP.ASIA – Pingos, band asal Cianjur, mulai mencuri perhatian lewat cara bermusik yang tidak biasa. Di saat banyak musisi berlomba menghadirkan produksi sempurna, mereka justru tampil dengan pendekatan sederhana yang terasa mentah, jujur, dan dekat dengan pendengar.

Band yang terbentuk pada 12 Mei 2025 ini digawangi Jastin Leonard, Dearen Sitorus, Gabriel Ghifari, dan Reval Iswanealdi. Mereka memulai perjalanan saat masih SMA, tanpa banyak fasilitas, tapi dengan keberanian bereksperimen yang cukup nekat.

Karya mereka tidak dibangun dengan standar studio besar. Dalam EP bertajuk we should pass, but when?, Pingos memilih merekam hanya dengan satu mikrofon. Pilihan ini bukan sekadar keterbatasan, tapi cara untuk menangkap interaksi asli antar personel dalam satu ruang.

Hasilnya bukan suara yang rapi atau presisi tinggi. Justru sebaliknya, ada ketidaksinkronan, dinamika yang naik turun, dan nuansa ruang yang terasa apa adanya. Namun di situlah letak daya tariknya. Musik mereka terdengar seperti sesi latihan yang hidup, bukan produk yang terlalu dipoles.

Secara musikal, Pingos mengusung mathrock dan midwest emo, dua genre yang dikenal kompleks. Tapi mereka tidak membawanya dengan cara serius yang kaku. Pendekatan mereka cenderung santai, minim vokal, bahkan kadang terasa jenaka. Hal ini terlihat dari judul-judul lagu yang tidak biasa dan cenderung nyeleneh.

Nama Pingos sendiri diambil dari plesetan penguin, merujuk pada daerah asal mereka di Cipanas yang dikenal berhawa dingin. Identitas ini kemudian melekat sebagai bagian dari karakter mereka yang unik dan tidak terlalu mengikuti arus utama.

Kini, Pingos mulai aktif di scene musik Cianjur dan perlahan membangun audiens. Mereka tidak menawarkan kesempurnaan, tapi pengalaman mendengar yang terasa spontan dan berbeda.

Di tengah tren musik yang seragam, keberanian Pingos untuk tampil apa adanya justru membuka ruang baru. Bukan soal siapa paling rapi, tapi siapa yang berani terdengar berbeda.

Next Post
Rupalain Luncurkan “Fenomena”, Kisah-Kisah Sederhana tentang Realitas Kehidupan Manusia

Rupalain Luncurkan "Fenomena", Kisah-Kisah Sederhana tentang Realitas Kehidupan Manusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.