SONICPOP.ASIA – Menjajal tahun 2026, band rock alternatif asal Malang, Rupalain, merilis EP perdana berjudul “Fenomena”. Mini album ini menjadi langkah awal mereka dalam memperkenalkan identitas musik sekaligus sudut pandang terhadap realitas kehidupan sehari-hari.
“Fenomena” berangkat dari kumpulan peristiwa yang mereka tangkap dari berbagai sudut pandang. Isinya tidak jauh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan manusia, seperti cara seseorang menjaga privasi, menghadapi ego terhadap mimpi, hingga perbedaan batas toleransi dalam kehidupan sosial.
Tema tersebut kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan cerita tentang konsekuensi dan kemungkinan-kemungkinan yang harus dihadapi manusia dalam hidupnya.
Proses pengerjaan EP ini berlangsung hampir satu tahun. Setelah merilis dua single pada akhir 2024, Rupalain mulai mengembangkan eksplorasi musik yang lebih luas hingga akhirnya merampungkan “Fenomena” sebagai mini album dengan total lima lagu.
Secara musikal, mereka menggabungkan elemen ambient, post-rock, dan rock alternatif dengan pendekatan aransemen yang cenderung bernuansa melankolis dan dreamy. Eksplorasi ini menjadi ciri awal dari karakter musik Rupalain.
EP “Fenomena” terdiri dari lima track, yaitu “Abnormal”, “Sisi Sepi”, “Retorika di Zaman Baru”, “Tessonilo”, dan “Yang Hilang”. Masing-masing lagu merepresentasikan sudut pandang berbeda terhadap realitas yang diangkat dalam album ini.
Rupalain sendiri merupakan band yang terbentuk pada 2024 di Malang, dengan formasi Zizouber dan Chorry pada vokal, Exora dan Faiz pada gitar, serta Andi pada bass.
Melalui “Fenomena”, mereka mencoba membuka ruang dialog tentang pengalaman hidup yang sering terjadi, baik secara personal maupun sosial. Mini album ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi perjalanan musikal Rupalain ke depan.



