• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Selasa, Agustus 4, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

HIVI! Punya Lagu untuk Kita yang Sedang Capek Jadi Orang Dewasa

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
Juli 29, 2026
in Berita Terbaru
HIVI! Punya Lagu untuk Kita yang Sedang Capek Jadi Orang Dewasa
Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi dewasa ternyata banyak diisi oleh kegiatan yang sama sekali tidak kita bayangkan ketika kecil: bekerja, membayar tagihan, membalas pesan yang sebenarnya malas dibalas, lalu meyakinkan diri bahwa minggu depan mungkin akan sedikit lebih santai.

Di tengah rutinitas semacam itu, HIVI! datang membawa “MAIN”, single terbaru yang sekilas terdengar seperti lagu cinta—ringan, hangat, dan masih berada di wilayah pop yang selama ini lekat dengan mereka. Tapi kali ini, perkara yang dibicarakan sebenarnya lebih luas daripada hubungan dua orang.

“MAIN” bicara tentang bertahan dengan sesuatu yang masih kita cintai, bahkan ketika menjalaninya sudah tidak selalu menyenangkan.Ada gagasan tentang berdamai di sana. Bukan dalam pengertian bahwa semua masalah harus diterima sambil tersenyum dan bilang positive vibes only, melainkan memahami bahwa ada keadaan yang memang tidak bisa kita ubah begitu saja.

Kadang kita tidak perlu langsung pergi. Kadang yang dibutuhkan hanya mencari kembali bagian kecil yang membuat semuanya masih layak dijalani.

“Lagu ini mengajak kita menikmati hidup dan berdamai dengan apa pun yang sedang terjadi. Kadang ada hal-hal yang tidak bisa kita tinggalkan begitu saja. Yang bisa kita lakukan adalah memahami situasinya, lalu mencari apa yang masih bisa kita nikmati dan syukuri,” kata Ilham.

Dan meskipun terdengar seperti nasihat yang bisa muncul di Instagram Story seseorang pada Senin pagi, konteks “MAIN” sebenarnya cukup dekat dengan keseharian. HIVI! tidak hanya membicarakan hubungan romantis, tetapi juga keluarga, pertemanan, sampai pekerjaan hal-hal yang kita pilih, cintai, tetapi sesekali juga membuat kita ingin kabur sebentar.

Artwork Main

“MAIN” juga menjadi penanda babak baru bagi HIVI!. Lagu ini merupakan karya pertama mereka bersama Kei, vokalis perempuan terbaru mereka. Kei sebenarnya bukan orang yang benar-benar baru di lingkungan band. Lebih dari setahun ia sudah ikut berbagi panggung bersama HIVI!, tetapi “MAIN” menjadi kali pertama dirinya diperkenalkan melalui karya orisinal sebagai bagian dari formasi tersebut.

“Rasanya menyenangkan sekali akhirnya punya lagu baru yang bisa kami bawakan bersama di atas panggung. Ada rasa excited karena akhirnya kami bisa berbagi karya baru dengan para pendengar,” ujarnya.

Pergantian formasi pada band yang sudah memiliki karakter kuat tentu punya persoalannya sendiri. Terlalu berubah, pendengar lama bisa merasa kehilangan sesuatu. Tidak berubah sama sekali, buat apa memasuki fase baru?

HIVI! tampaknya memilih berada di tengah-tengah. Karakter pop mereka masih ada dalam “MAIN”, tetapi dengan formasi yang berbeda dan keinginan untuk membawa musiknya sedikit lebih dewasa tanpa mendadak menjadi sesuatu yang asing.

Ada satu nama lain yang cukup penting dalam kelahiran “MAIN”: Widi Puradiredja, yang kali ini mengambil peran sebagai penulis lagu sekaligus produser.

Kolaborasi tersebut rupanya sudah cukup lama berada dalam daftar keinginan HIVI!. “Kami sudah lama ingin bekerja sama dengan Mas Widi. Beliau adalah salah satu musisi yang sangat kami kagumi dan karya-karyanya selalu menginspirasi kami,” kata Febri.

Widi tidak sekadar datang sebagai produser di belakang meja. Ia menulis lagu dan lirik, mengaransemen musik, hingga mengisi backing vocal. Produksi “MAIN” juga melibatkan sejumlah nama lain, termasuk Rishanda Singgih pada bass, Hilmi Gantara pada gitar, serta Delicacy Orchestra untuk bagian strings. Proses mastering-nya bahkan dikerjakan Geoff Pesche di Abbey Road Studio.

Tapi mungkin yang paling menarik dari “MAIN” bukan sederet nama di balik produksinya, melainkan bagaimana lagu yang terdengar menyenangkan ini justru memilih membicarakan sesuatu yang tidak selalu menyenangkan.

Hal tersebut kemudian diperpanjang melalui video musiknya. Alih-alih hanya menerjemahkan lagunya menjadi cerita romantis, HIVI! mengangkat kehidupan pekerja: rasa lelah, jenuh, sampai momen ketika seseorang mulai bertanya apakah pekerjaan yang sedang dijalani masih pantas dipertahankan.

Tema yang cukup relevan ketika media sosial membuat kita bisa menyaksikan orang resign, pindah negara, membuka bisnis, liburan enam bulan, atau mengaku menemukan work-life balance—semuanya dalam beberapa kali scroll.

Namun “MAIN” tidak sedang meminta semua orang bertahan di pekerjaan yang membuat hidup berantakan. Febri sendiri menekankan bahwa rasa lelah bukan sesuatu yang harus dipendam. Yang ditawarkan lagu ini lebih sederhana: sebelum menyerah, mungkin ada baiknya melihat lagi apa yang sebenarnya sedang kita jalani dan apa yang masih tersisa untuk dihargai.

Karena ternyata menjadi dewasa bukan cuma soal tahu kapan harus berhenti. Kadang, kita juga perlu tahu kapan hidup tidak membutuhkan keputusan besar. Mungkin kita cuma terlalu capek, terlalu serius, dan sudah terlalu lama lupa caranya main.

“MAIN” sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital.

Instagram : @sayhivi | TikTok : @sayhivi | All DSP : HIVI! | Youtube : HIVI!

Next Post
Destiny Line Menangkap Potret Kehidupan Lewat EP Perdana Potret Suara

Destiny Line Menangkap Potret Kehidupan Lewat EP Perdana Potret Suara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.