Setelah mengajak orang berdamai dengan diri sendiri, Ghea Indrawari sekarang punya urusan lain yang sama ruwetnya: cinta. Album keduanya, Rasi Bintang, berbicara tentang jatuh hati, kehilangan arah, sampai pertanyaan-pertanyaan yang biasanya datang ketika hubungan sudah selesai tapi kepala belum.
Cinta kadang punya kebiasaan menyebalkan: datang tanpa buku petunjuk, lalu pergi meninggalkan banyak pertanyaan.
Kita akhirnya mencari jawaban ke mana-mana. Bertanya ke teman. Membaca ulang chat lama. Menerka maksud sebuah unggahan Instagram. Sampai, kalau keadaan sudah cukup genting, mungkin mulai percaya bahwa posisi benda-benda langit punya sesuatu untuk dikatakan.
Ghea Indrawari tampaknya memahami kekacauan kecil semacam itu.
Setelah album pertamanya, Berdamai, banyak berkutat dengan self-healing dan self-love, Ghea kembali lewat album kedua bertajuk Rasi Bintang. Kali ini pusat gravitasinya bergeser. Bukan lagi semata soal hubungan dengan diri sendiri, melainkan perkara yang sejak dahulu sukses membuat manusia kehilangan akal sehat: cinta.
Gagasan album ini sebenarnya sederhana.
Dalam astronomi maupun astrologi, manusia sejak lama melihat rasi bintang sebagai semacam petunjuk. Dari sana Ghea menarik analogi yang cukup dekat dengan kehidupan percintaan: ketika tidak tahu harus berjalan ke mana, kita cenderung mencari tanda.
Entah tanda itu benar-benar ada atau sebenarnya kita sendiri yang terlalu ingin menemukannya.

Rasi Bintang kemudian dibangun seperti perjalanan di bawah langit malam. Ada sembilan lagu di dalamnya: “1000x”, “Penyihir”, “Twin Flames”, “Daun Daun”, “The White Dress”, “Universe Say No”, “Payung”, “Bertahan Tanya”, dan “Lingkaran”.
Di sepanjang perjalanan itu, Ghea mengumpulkan emosi yang rasanya cukup familier bagi percintaan generasi hari ini.
Ada rasa takjub ketika menemukan seseorang. Ada ketakutan kehilangan. Ada usaha memahami perasaan sendiri. Dan tentu saja ada fase setelah putus—masa ketika hubungan sebenarnya sudah selesai, tetapi pikiran masih rajin mengadakan rapat internal tanpa diminta.
Semua perasaan itu kemudian dibungkus lewat pendekatan yang cukup personal. Ghea masih mengandalkan kejujuran lirik yang menjadi salah satu karakternya, tetapi kali ini ruang musikalnya dibuat lebih lebar.
Beberapa lagu bahkan ditulis dalam bahasa Inggris. Dari satu nomor ke nomor lain, Ghea mencoba warna yang berbeda, seolah album ini memang sengaja tidak ingin berdiri pada satu suasana saja.
Dan mungkin itu keputusan yang masuk akal.
Sebab sembilan lagu tentang cinta yang semuanya terdengar sama justru terasa sedikit mencurigakan. Hubungan manusia sendiri jarang punya satu warna.
Hari ini seseorang bisa terasa seperti rumah. Besok menjadi teka-teki. Lusa menjadi nama yang sengaja tidak diketik di kolom pencarian meski sebenarnya ingin sekali dicari.
Di situlah Rasi Bintang terasa punya pijakan yang cukup dekat dengan generasinya.
Album ini tidak hanya berbicara tentang jatuh cinta dalam pengertian romantis. Ia juga berkeliling di sekitar ketidakpastian yang datang bersamanya: takut kehilangan, mencoba bertahan, mempertanyakan keputusan, sampai belajar menjalani hidup setelah sebuah hubungan berakhir. Press release-nya sendiri menyebut perjalanan tersebut dekat dengan realitas percintaan generasi masa kini.
Ada satu kalimat yang dipakai Ghea untuk merangkum dunia album ini:
“Di alam semesta yang penuh tanda tanya, biarkan rasi bintang menuntun kita dalam cinta.”
Terdengar romantis, memang.
Tapi kalau dipikir lagi, mungkin Rasi Bintang bukan benar-benar tentang menemukan jawaban dari langit.
Barangkali sembilan lagu ini justru berbicara tentang kebiasaan manusia mencari petunjuk ketika perasaannya sendiri terlalu sulit dibaca. Kita memandangi tanda-tanda, menerjemahkan kebetulan, berharap semesta memberikan sedikit bocoran tentang apa yang seharusnya dilakukan.
Padahal terkadang tidak ada konstelasi yang bisa membereskan hubungan dua manusia.
Tetapi setidaknya, selama masih tersesat, kita punya lagu untuk menemani perjalanan pulang.
Access Ghea Indrawari :
Instagram : @gheaindrawari | TikTok : @geyghea | YouTube : Ghea Indrawari | All DSP : Ghea Indrawari



