Ada satu masalah yang cukup unik ketika seseorang sudah terkenal sejak kecil: publik kadang lupa kalau orang tersebut juga ikut bertambah umur.
Wajahnya berubah, kehidupannya berubah, hal-hal yang dipikirkannya jelas berubah, tapi sebagian dari kita masih menyimpan versi lama mereka di kepala. Seolah-olah waktu berhenti tepat ketika kita terakhir melihat mereka bernyanyi di televisi.
Romaria tentu bukan pengecualian.
Namanya telanjur melekat dengan periode ketika ia dikenal sebagai penyanyi cilik, sebelum kemudian muncul di film dan berbagai acara televisi. Sekarang, Romaria sudah berada di fase berbeda. Dan alih-alih membuat pengumuman besar soal transformasi atau sibuk meyakinkan publik bahwa dirinya sudah dewasa, ia memilih sesuatu yang jauh lebih sederhana:
Bikin lagu tentang kangen seseorang.
Judulnya “24/7”.
Persoalannya juga sangat generasi sekarang: menyukai seseorang, terpisah jarak, memikirkan dia terus-terusan, membayangkan kapan bisa bertemu lagi, lalu salting sendiri.
Tidak ada tragedi cinta tujuh babak di sini.
“24/7” justru bergerak di wilayah perasaan kecil yang mungkin kelihatannya receh sampai kita sendiri yang mengalaminya. Ketika satu nama mendadak muncul di kepala saat sedang makan, naik kendaraan, rebahan sebelum tidur, atau melakukan aktivitas yang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan percintaan.
Pokoknya orang itu lagi. Orang itu lagi.
Dan ternyata internet menyambutnya cukup serius.
“24/7” telah dipakai dalam lebih dari 2,1 juta kreasi di TikTok, sementara lagunya mendekati tiga juta pemutaran di Spotify dan visualizernya hampir menyentuh satu juta penayangan di YouTube.
Angka tersebut menarik bukan semata karena besar, melainkan karena memperlihatkan sesuatu yang mungkin lebih penting untuk perjalanan Romaria: pendengarnya mulai mengenalnya dalam konteks yang berbeda.
Bukan cuma sebagai seseorang yang dulu pernah menjadi penyanyi cilik.
Tapi sebagai Romaria yang sekarang.
Secara musikal, “24/7” dibungkus lewat pop akustik dengan sentuhan R&B dan soul. Suasananya ringan, funky, cukup santai, dan tidak mencoba mengubah perkara rindu menjadi sesuatu yang kelewat dramatis.
Mungkin karena memang tidak semua rasa kangen harus ditemani hujan, kaca jendela, dan tatapan kosong ke kejauhan.
Kadang kangen juga bisa agak centil.
Romaria menulis lagu ini bersama Hose Ali. Produksi dan aransemennya kemudian ditangani Yafi Aria dan Hose Ali, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan Ivan Gojaya di Roemah Iponk.
Romaria sendiri melihat “24/7” sebagai cerita tentang bagaimana jarak tidak serta-merta menghentikan seseorang untuk terus mengingat orang yang disayang. Kerinduan yang muncul setiap hari, menurutnya, justru bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut punya arti.
Terdengar sederhana, memang.

Tapi mungkin kesederhanaan itu pula yang membuat lagu seperti “24/7” gampang berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya dan akhirnya menjadi soundtrack jutaan video orang asing di TikTok.
Menarik juga melihat perjalanan semacam ini terjadi pada seseorang yang tumbuh di depan publik.
Sebab transisi dari penyanyi cilik menjadi musisi dewasa sering diperlakukan seperti ujian kelulusan. Harus ada perubahan citra besar-besaran. Musiknya harus mendadak “mature”. Penampilannya harus berubah. Kalau perlu, seluruh masa lalu ditinggalkan supaya orang sadar bahwa sang artis bukan anak kecil lagi.
Padahal tumbuh dewasa tidak selalu bekerja seperti itu.
Kadang kita cuma perlahan menemukan hal-hal baru yang ingin dibicarakan.
Dalam kasus Romaria, salah satunya ternyata sesederhana memikirkan seseorang 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Dan barangkali itu sudah cukup.
Karena pada akhirnya, “24/7” tidak perlu bekerja terlalu keras sebagai deklarasi bahwa Romaria sudah memasuki fase baru. Perubahan itu terdengar dengan sendirinya dari cerita yang ia pilih, musik yang sekarang ia mainkan, dan jutaan orang yang ternyata menemukan sedikit bagian dari kehidupan mereka sendiri di dalam lagu tersebut.
Dari lagu anak-anak menuju lagu tentang LDR dan salting memang perjalanan yang lumayan jauh.
Tapi, ya, namanya juga tumbuh dewasa.
“24/7” dari Romaria telah tersedia di berbagai platform musik digital.
ROMARIA Access :
Instagram : @romariasimbolon1511 | TikTok : @ihateamor | All DSP : ROMARIA | YouTube : ROMARIA



