Di dunia yang upah pekerjanya masih timpang, perempuan kerap menjadi sasaran pelecehan, dan kekuasaan sering dipakai seenaknya, barangkali kedatangan alien bukan lagi hal paling absurd yang bisa terjadi. Setidaknya, begitulah semesta yang dibangun Blime and His Magical Band lewat HIPERSONIK. Sebuah cerita tentang alien kesepian, buruh pabrik, dan seekor Babi Galaksi yang rakus kekuasaan. Kedengarannya seperti lelucon kelewat jauh, sampai kita sadar bahwa monster dalam cerita ini sebenarnya tidak terlalu asing dengan kehidupan sehari-hari.
Lewat single yang dirilis pada 30 Oktober 2026 ini, Blime and His Magical Band kembali membawa pendengarnya memasuki dunia psychedelic yang penuh imajinasi liar. Mereka mencampurkan fiksi ilmiah, romansa kosmik, dan humor surealis untuk menyentil berbagai persoalan sosial yang selama ini terasa begitu dekat, tetapi sering kali dibiarkan begitu saja.
Kisahnya bermula ketika seorang alien kesepian menangkap sinyal pertolongan dari Anomali, perempuan misterius yang bekerja di sebuah pabrik. Perjalanan menuju Bumi kemudian mempertemukannya dengan Babi Galaksi, sosok yang menjadi simbol kekuasaan rakus dan sistem yang terus mengeksploitasi manusia.

Di balik karakter-karakter nyeleneh tersebut, Blime sebenarnya sedang menyinggung persoalan yang tidak asing: pelecehan verbal terhadap perempuan, upah yang timpang, birokrasi berbelit, hingga penyalahgunaan kekuasaan. Persoalan yang mungkin sudah terlalu sering kita dengar sampai akhirnya dianggap sebagai bagian biasa dari kehidupan sehari-hari.
Menariknya, HIPERSONIK tidak menempatkan Anomali sekadar sebagai sosok yang menunggu diselamatkan. Karakter ini turut mengambil peran dalam perlawanan terhadap Babi Galaksi. Ada gagasan tentang kesetaraan gender dan solidaritas yang ingin disampaikan, bahwa meminta bantuan bukan berarti kehilangan kemampuan untuk melawan.
Namun, Blime rupanya tidak tertarik memberikan akhir cerita yang sepenuhnya bahagia. Setelah Babi Galaksi berhasil dikalahkan dan keadaan mulai membaik, Anomali justru menghilang. Sang alien kembali sendirian, membawa kenangan tentang pertemuan singkat yang mengubah perjalanannya.
Di titik ini, HIPERSONIK bukan lagi sekadar cerita tentang melawan penguasa jahat. Ada kesepian, kehilangan, dan kenyataan bahwa memenangkan sebuah pertarungan tidak selalu berarti mendapatkan semua yang diinginkan.
Pendekatan teatrikal semacam ini memang bukan sesuatu yang asing bagi Blime and His Magical Band. Dikenal lewat kostum panggung gemerlap dan identitas visual eksentrik, mereka kembali memperluas semesta absurdnya melalui video klip HIPERSONIK yang dirilis pada 31 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan Halloween.
Pada akhirnya, HIPERSONIK memperlihatkan bahwa kritik sosial tidak harus selalu disampaikan lewat lirik yang serius atau kemarahan yang meledak-ledak. Kadang, seekor babi dari luar angkasa justru bisa menjadi gambaran yang cukup masuk akal untuk menjelaskan bagaimana kekuasaan bekerja di dunia nyata.
Dan mungkin itulah bagian paling menarik dari cerita ini. Di tengah segala absurditas alien, romansa antargalaksi, dan peperangan melawan makhluk imajiner, persoalan yang dibicarakan Blime terasa sangat manusiawi.
Sebab, kalau dipikir-pikir, dunia yang kita tinggali sendiri terkadang sudah cukup absurd tanpa perlu kedatangan alien.
HIPERSONIK sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, sementara video klipnya dapat ditemukan melalui kanal YouTube Blime and His Magical Band.
Instagram: @blimeandhismagicalband | Tiktok: @blime.his.magical | Youtube: Fromastardust | All DSP: Blime



