SONICPOP.ASIA — Band rock asal Palembang, Brainfreeze, resmi merilis EP perdana bertajuk Aberasi yang menghadirkan energi mentah, eksplorasi sound, dan keresahan khas anak muda.
Mini album yang dirilis di seluruh platform musik digital sejak 20 Maret 2026 ini menjadi penanda keseriusan Brainfreeze di skena rock independen Indonesia.
Brainfreeze digawangi Bara (vokal, gitar), Rehan (gitar), Rio (bass), dan Imam (drum). Band ini terbentuk pada 2023 dari obrolan masa SMA, yang kemudian berkembang menjadi proyek musik dengan pengaruh kuat dari hard rock, psychedelic rock, dan blues.
Nama-nama seperti Led Zeppelin, Black Sabbath, hingga band lokal seperti The SIGIT dan The Berandals menjadi referensi utama dalam membentuk karakter musik mereka.
Secara konsep, Aberasi mengangkat tema penyimpangan dalam cara berpikir, merasakan, dan merespons realitas sosial di sekitar.
Melalui komposisi yang agresif dan atmosfer gelap, Brainfreeze mencoba menerjemahkan keresahan tersebut tanpa meninggalkan sisi emosional dalam setiap lagunya.
EP ini berisi lima lagu, yakni This Our Generation, Rocknrollan Lagi, Tuan Bajingan, Mahluk Tinggi, dan Nayla.
Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri oleh Brainfreeze, mulai dari penulisan lirik hingga aransemen. Proses rekaman dilakukan sejak Oktober 2025, dengan mixing dan mastering digarap oleh Apek dari Radioshifter di Radiostreet87 Records.
Aberasi menjadi fase awal eksplorasi musikal Brainfreeze, sekaligus membuka jalan bagi band ini untuk memperluas jangkauan pendengar di kancah musik rock Indonesia.***



