SONICPOP.ASIA – Band pop-rock asal Yogyakarta, LOR, bersiap memasuki fase baru perjalanan musik mereka melalui rangkaian Kinder World Series Mini Tour yang digelar di empat kota sepanjang Juni 2026. Tur ini menjadi kelanjutan dari perilisan maxi single Kinder World yang dirilis pada April lalu sekaligus penanda arah musikal baru menuju album penuh kedua mereka.
Rangkaian tur akan dimulai di Surabaya pada 20 Juni 2026, berlanjut ke Semarang pada 21 Juni, Bandung pada 27 Juni, dan ditutup di Yogyakarta pada 28 Juni 2026.
Bagi LOR, tur ini bukan sekadar agenda promosi karya terbaru. Lebih dari itu, tur menjadi ruang untuk membagikan proses perjalanan, refleksi, serta perkembangan musikal yang sedang mereka jalani kepada para pendengar yang selama ini mengikuti perjalanan band tersebut.
“Kinder World Series Mini Tour dirancang sebagai cara bagi kami untuk membagikan fase baru yang tengah dijalani, sekaligus memperkenalkan arah musikal yang sedang kami eksplorasi menuju album penuh kedua,” tulis LOR dalam keterangan resminya.
Perjalanan yang Lebih Personal
Melalui maxi single Kinder World, LOR menandai fase pendewasaan dalam perjalanan bermusik mereka. Semangat yang sama kemudian dibawa ke atas panggung dalam format pertunjukan yang lebih dekat dan personal.
Band yang terbentuk pada 2019 itu menyebut tur ini bukan perayaan yang hingar-bingar, melainkan kesempatan untuk kembali terhubung dengan para pendengar sambil memperlihatkan proses kreatif yang sedang mereka bangun.
“Belakangan ini kami banyak melihat kembali perjalanan yang sudah kami tempuh. Tur ini bukan tentang merayakan sesuatu yang besar, melainkan kesempatan untuk bertemu lagi dengan teman-teman yang selama ini mengikuti perjalanan kami. Kami juga ingin membagikan gambaran tentang musik yang sedang kami kerjakan,” ungkap LOR.
Yogyakarta Jadi Titik Penutup yang Bermakna
Pemilihan empat kota dalam tur ini disebut bukan tanpa alasan. Masing-masing memiliki keterkaitan dengan perjalanan LOR selama beberapa tahun terakhir.
Yogyakarta, kota tempat band ini dibentuk, dipilih menjadi titik penutup yang memiliki makna khusus. Bukan sebagai garis akhir perjalanan, melainkan simbol bahwa langkah mereka terus bergerak maju tanpa melupakan tempat di mana semuanya bermula.
LOR berharap dapat mempererat hubungan dengan pendengar sekaligus memperkenalkan arah musikal baru yang akan menjadi fondasi album kedua mereka dalam waktu mendatang.***



