SONICPOP.ASIA — Band asal Jakarta, Echoes, We Hide, resmi merilis extended play (EP) perdana berjudul the things we left unsaid after you. EP ini menjadi penanda langkah awal mereka di industri musik dengan mengangkat tema kehilangan hingga proses pemulihan emosional.
EP tersebut berisi lima lagu, termasuk dua single yang telah lebih dulu dirilis, yakni Katarina dan ironi., serta tiga lagu baru: the things we left unsaid after you, Friksi, dan Nadir.
Vokalis Bayu Febrian mengatakan seluruh lagu dalam EP ini dirancang sebagai satu kesatuan cerita yang saling terhubung.
“Seluruh track dalam EP ini membentuk perjalanan emosional, dari kehilangan hingga perlahan menemukan kembali diri,” ujarnya.
Secara musikal, EP ini mengusung warna emo dan alternative rock dengan pendekatan yang lebih eksploratif. Gitaris sekaligus produser Vallian Hanjani menyebut proses produksi menjadi salah satu yang paling menantang dalam perjalanan bermusiknya.
“Prosesnya sangat eksploratif dan menantang untuk menyampaikan kejujuran dalam musik,” katanya.
EP ini juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang dekat dengan pendengar, tanpa kesan menggurui. Lirik-liriknya lebih menekankan pada berbagi pengalaman dan emosi yang kerap sulit diungkapkan.
Dirilis di bawah Firefly Records yang merupakan bagian dari Musica Records, EP ini diharapkan dapat memperkuat warna musik emo/alternative rock di kancah nasional.
Echoes, We Hide menegaskan posisinya sebagai band yang membawa pendekatan personal dalam bermusik, sekaligus menyasar pendengar yang mencari representasi emosi dalam karya musik.

