SONICPOP.ASIA – Proyek musik asal Malang, Manifesto IX membawa pendengar masuk ke ruang sunyi yang nggak sepenuhnya tenang lewat “Experience Setelah Ini”. Album ini bukan sekadar musik, tapi pengalaman mendengar yang terasa ganjil, penuh jeda, dan sulit ditebak.
Dirilis pada Maret 2026, “Experience Setelah Ini” berisi tujuh trek yang saling terhubung. Bukan dalam bentuk cerita yang lurus, tapi lebih seperti potongan suasana—tentang apa yang tersisa setelah sesuatu terjadi.
Album ini dibangun dari eksplorasi suara elektronik yang cukup berani. Sampling digunakan secara intens, dipadukan dengan modulasi synthesizer yang terus bergerak, menciptakan nuansa yang terasa mekanik sekaligus hidup.
Track “Prema Kult” jadi salah satu pintu masuk paling jelas untuk memahami arah album ini. Di dalamnya, frekuensi rendah yang menghentak bertemu dengan suara bernada tinggi yang tajam, menciptakan kontras yang terasa tidak nyaman—tapi justru menarik.
“Album ini adalah tentang apa yang tersisa ketika semua kebisingan berhenti. Ada 7 cerita di dalamnya yang tidak hanya untuk didengar, tapi untuk dialami secara fisik,” ujar Blek dari Manifesto IX.
Secara keseluruhan, album ini memang tidak mencoba ramah pada semua telinga. Manifesto IX justru bermain di wilayah yang jarang disentuh—menggabungkan elemen industrial noise, ambient, hingga glitch-hop dalam satu lanskap suara yang terasa eksperimental.
Seluruh proses produksi dikerjakan secara mandiri. Pendekatan DIY dipilih untuk menjaga arah musikal tetap utuh, tanpa banyak kompromi. “Experience Setelah Ini” lebih terasa seperti ruang daripada sekadar album. Ada kekosongan, ada tekanan, tapi juga ada kebebasan untuk menafsirkan sendiri.
Album ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, termasuk YouTube.



