Jatuh cinta kadang membuat seseorang begitu yakin pada perasaannya sendiri, tetapi di saat bersamaan justru menyisakan banyak pertanyaan. Kita bisa merasa telah menemukan orang yang tepat, membayangkan masa depan bersamanya, bahkan diam-diam berharap pertemuan itu bukan sekadar kebetulan. Namun, bagaimana kalau orang yang kita anggap sebagai takdir ternyata tidak melihat kita dengan cara yang sama?
Pertanyaan semacam itulah yang dibawa Daun Jatuh melalui single terbaru mereka, “permata hatiku”. Setelah sebelumnya membicarakan proses berdamai dengan masa lalu lewat “bukan tentangmu”, duo yang digawangi Verrel Alvirizky (El) dan Timothy Gunung Tua ini kini memilih melihat sisi lain dari hubungan manusia: perasaan jatuh cinta, rasa syukur, dan ketidakpastian yang menyertainya.
Ditulis oleh El, “permata hatiku” berangkat dari gagasan sederhana tentang bagaimana seseorang bisa terus jatuh cinta kepada orang yang sama. Bukan sekadar karena kebiasaan atau kedekatan, tetapi karena kehadiran orang tersebut perlahan menjadi sesuatu yang begitu berarti dalam hidupnya.

Namun, Daun Jatuh tidak sepenuhnya membicarakan cinta sebagai sesuatu yang serba pasti. Di balik ungkapan syukur atas sebuah pertemuan, terselip kegelisahan tentang takdir. Sebab, merasa beruntung telah menemukan seseorang tidak otomatis berarti kita mengetahui bagaimana kisah tersebut akan berakhir.
Menariknya, lagu ini hadir ketika Daun Jatuh sedang memasuki fase baru sebagai band independen. “permata hatiku” menjadi single kedua menuju album terbaru mereka, yang nantinya menghadirkan cerita-cerita dari El dan Timothy secara bergantian. Sebuah pendekatan yang memberi ruang bagi keduanya untuk menyampaikan pengalaman dan sudut pandang masing-masing.
Jika “bukan tentangmu” berbicara tentang menerima sesuatu yang telah berlalu, “permata hatiku” justru bergerak ke arah sebaliknya. Ada keinginan untuk menjaga sesuatu yang baru ditemukan, meskipun masa depannya belum sepenuhnya bisa dipastikan.
Barangkali itulah bagian paling manusiawi dari jatuh cinta. Kita bisa begitu bersyukur atas kehadiran seseorang, tetapi tetap menyimpan ketakutan kecil bahwa perasaan tersebut mungkin tidak berjalan dua arah.
Lewat “permata hatiku”, Daun Jatuh tidak mencoba menjawab keraguan itu. Mereka hanya mengingatkan bahwa dalam hubungan, keyakinan dan ketidakpastian sering kali datang bersamaan.
Sebab pada akhirnya, menganggap seseorang sebagai bagian terindah dalam hidup kita adalah satu hal. Mengetahui apakah kita juga memiliki tempat yang sama dalam hidupnya adalah perkara lain.
“permata hatiku” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital.
Instagram : @daunjatuhmusic | TikTok : @daunjatuhmusic | All DSP : Daun Jatuh YouTube : Daun Jatuh



