SONICPOP.ASIA – Unit d-beat crust punk asal Depok, Döttland, resmi merilis album debut mereka bertajuk Negara Mati melalui label Lawless Jakarta Records. Album ini menjadi penanda langkah serius mereka di skena hardcore punk Indonesia dengan membawa materi yang agresif, gelap, dan sarat kritik sosial-politik.
Döttland diperkuat oleh R (vokal), A dan C (gitar), N (bass), serta V (drum). Mereka menggabungkan pengaruh Swedish metal dan d-beat punk klasik menjadi karakter musik yang kasar namun tetap menyimpan nuansa melankolis di balik lapisan distorsi tebal.
Di album Negara Mati, Döttland menghadirkan dual gitar abrasif, bass yang berat, hentakan drum d-beat tanpa jeda, serta vokal yang terdengar seperti teriakan kemarahan terhadap kondisi sosial yang dianggap semakin absurd dan membusuk.
Musik mereka kerap digambarkan sebagai perpaduan retro-hardcore dan thrash dengan energi yang intens dan mentah. Nama Döttland sendiri, yang berarti “negara mati”, menjadi representasi sikap sekaligus identitas band terhadap realitas sosial yang mereka soroti dalam lirik.
Tema-tema yang diangkat banyak berbicara tentang ketimpangan, kekerasan sistemik, kapitalisme, hingga hilangnya harapan di tengah kondisi sosial modern. Alih-alih menawarkan optimisme, Negara Mati terdengar seperti alarm keras tentang dunia yang terus bergerak ke arah kehancuran.
Sebelum merilis album debut ini, Döttland lebih dulu muncul lewat EP Martyr’s Death pada 2023 serta sejumlah rilisan kompilasi lintas negara, termasuk Ukraina dan Indonesia. Kehadiran mereka mulai dikenal di skena underground karena pendekatan musik yang mentah dan tanpa kompromi.
Diskografi Döttland:
- Martyr’s Death EP (2023)
- Genocide On Our Doorstep Compilation (2024)
- This Is Charity Not Party Compilation (2024)
- Epilog Cinta Air dan Sabda Hutan Compilation (2026)
- Negara Mati (2026)
Album Negara Mati kini telah dirilis melalui Lawless Jakarta Records dan menjadi salah satu rilisan hardcore punk lokal yang mulai ramai diperbincangkan di skena bawah tanah Indonesia.***


