SONICPOP.ASIA – Musisi independen asal Kalimantan Selatan, Odisse, baru-baru ini merilis kompilasi bertajuk Kompilasi Benci Diri Sendiri pada 16 Maret 2026 melalui Bandcamp. Rilisan ini memuat lima lagu dengan durasi beragam, mulai dari satu hingga enam menit, yang bergerak di spektrum alternatif—dari emo, shoegaze, hardcore, punk, hingga post-hardcore.
Lima lagu yang masuk dalam kompilasi ini adalah “Babi Gila”, “Ga Habis Pikir”, “Kebumikan”, “Tanpajudul”, dan “Tiada yang Peduli dengan Seni di Negeri Ini”. Secara teknis, perbedaan karakter antar track terlihat cukup tajam, baik dari segi produksi maupun pendekatan musikal.
Namun, keragaman tersebut justru menjadi pijakan utama kompilasi ini.
Secara umum, rilisan ini mempertahankan pendekatan produksi yang minimalis. Distorsi dibiarkan kasar, vokal terdengar rapuh di beberapa bagian, dan struktur lagu tidak selalu mengikuti pola konvensional. Pilihan ini memperkuat kesan bahwa kompilasi lebih mengedepankan ekspresi dibandingkan penyempurnaan teknis.
Tema “benci diri sendiri” menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh materi. Meski demikian, ekspresi yang muncul tidak seragam. “Babi Gila” dan “Ga Habis Pikir” menghadirkan energi yang lebih pendek dan intens, sementara “Kebumikan” dan “Tanpajudul” bergerak lebih lambat dengan atmosfer yang cenderung kontemplatif. Adapun “Tiada yang Peduli dengan Seni di Negeri Ini” memberi nuansa reflektif yang mengarah pada kritik sosial.
Perbedaan pendekatan ini membuat kompilasi terasa seperti kumpulan fragmen pengalaman, alih-alih satu narasi yang utuh. Sequencing yang tidak sepenuhnya mulus turut memperkuat kesan tersebut, dengan perpindahan antar lagu yang terasa kontras.
Dalam praktik skena musik independen, kompilasi semacam ini kerap berfungsi sebagai ruang bersama bagi musisi untuk menyuarakan pengalaman personal. Kompilasi Benci Diri Sendiri bergerak dalam kerangka itu—menjadi wadah bagi ekspresi yang tidak selalu mendapatkan tempat dalam arus utama.
Melalui Bandcamp, kompilasi ini tersedia untuk streaming dan unduhan digital, termasuk dalam format audio berkualitas tinggi. Rilisan ini menambah katalog karya Odisse sekaligus memperlihatkan dinamika skena alternatif di daerah.
Kompilasi Benci Diri Sendiri tidak menawarkan keseragaman. Ia bergerak dalam ketidakteraturan, dengan emosi sebagai titik temu. Dalam konteks itu, kompilasi ini dapat dibaca sebagai dokumentasi kecil tentang keresahan yang hidup di kalangan musisi independen hari ini.


