SONICPOP.ASIA — Setelah merilis Saling Lupa, Parade Hujan kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk “Cahaya”, sebuah lagu yang mengajak pendengar menyelami ruang gelap dalam diri manusia, tempat luka, pencarian, dan kesadaran bertemu dalam satu perjalanan emosional.
Single kelima ini menjadi penanda arah musikal yang akan dibawa Parade Hujan menuju album penuh yang dijadwalkan rilis pada pertengahan 2026. Jika karya-karya sebelumnya banyak berbicara tentang kehilangan dan kenangan, “Cahaya” hadir sebagai refleksi yang lebih dalam tentang manusia dan pergulatannya dengan dirinya sendiri.
Melalui lagu ini, Parade Hujan menggambarkan cahaya bukan sebagai simbol kemenangan, melainkan sebagai bentuk kesadaran. Kesadaran yang memaksa seseorang berhadapan dengan dirinya sendiri, dengan luka yang selama ini disimpan, serta pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah benar-benar selesai.
“Terang tak pernah pergi, kitalah yang menjauh,” menjadi pesan utama yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut.
“Cahaya” bercerita tentang manusia yang secara naluriah merindukan terang, namun sering memilih bersembunyi di balik ketakutan dan kenyamanan semu. Dalam narasinya, hidup tidak digambarkan sebagai perjalanan menghindari rasa sakit, melainkan proses memantaskan diri untuk menerima kebenaran yang terkadang menyilaukan.
Nuansa kontemplatif itu diperkuat melalui aransemen yang lembut namun atmosferik. Vokal khas Mohammad Istiqamah Djamad berpadu dengan permainan instrumen yang intim, menciptakan ruang bagi pendengar untuk masuk ke dalam cerita dan makna lagu secara personal.
Lagu ini ditulis oleh Alejandro Saksakame, yang juga bertindak sebagai produser bersama Sadrach Lukas. Keduanya merancang komposisi yang mengedepankan kedalaman lirik sekaligus karakter musikal yang selama ini menjadi identitas Parade Hujan.
Dalam proses produksinya, sejumlah musisi turut terlibat, di antaranya Enos Martryn pada bass, Ivan Penwyn Panjaitan pada gitar elektrik, serta Sadrach Lukas yang mengisi keyboard dan pemrograman MIDI. Sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Eko Sulistyo bersama Sadrach Lukas.
Kehadiran “Cahaya” semakin mempertegas posisi Parade Hujan sebagai salah satu kelompok musik yang konsisten menghadirkan karya-karya reflektif dengan pendekatan lirik yang puitis dan dekat dengan pengalaman hidup banyak orang.
Single ini kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi jembatan menuju album terbaru Parade Hujan yang akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Bagi para pendengar, “Cahaya” bukan sekadar lagu, melainkan ajakan untuk berhenti sejenak, menatap ke dalam diri, dan menyadari bahwa terang mungkin tidak pernah benar-benar pergi.


