Di tengah kecenderungan untuk terus bergerak dan mengejar sesuatu, Fazan memilih mengambil langkah yang berbeda. Lewat single terbaru berjudul “Sementara Pelan Saja”, grup indie pop asal Yogyakarta ini menghadirkan lagu yang berangkat dari rasa lelah, sekaligus upaya menerima bahwa tidak semua hal harus dimenangkan.
Lagu ini mengikuti seseorang yang memutuskan menepi dari hiruk-pikuk ekspektasi. Yogyakarta hadir bukan sekadar sebagai latar, melainkan ruang untuk memperlambat langkah dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk melepaskan beban yang selama ini dibawa.

Bagi Fazan, “Sementara Pelan Saja” lahir dari kegelisahan yang terasa dekat dengan banyak orang. Tentang ambisi yang tidak selalu tercapai, rencana yang berubah, dan kebutuhan untuk berhenti sejenak tanpa merasa tertinggal.
“Kita sering dipaksa terus berlari sampai lupa menikmati hari ini. Lewat lagu ini kami ingin mengingatkan bahwa kalah bukan sesuatu yang harus selalu ditakuti, dan melepaskan juga merupakan bagian dari perjalanan,” ujar Raushan Fikrillah.
Nuansa tersebut diterjemahkan melalui aransemen yang sederhana. Petikan gitar akustik menjadi fondasi utama, sementara dinamika musik berkembang perlahan mengikuti emosi yang dibangun sepanjang lagu. Pendekatan ini membuat liriknya memiliki ruang untuk berbicara tanpa perlu banyak ornamen.
Melalui “Sementara Pelan Saja”, Fazan tidak menawarkan jawaban atas berbagai kegelisahan yang muncul dalam hidup. Lagu ini lebih menyerupai sebuah jeda—pengingat bahwa setiap fase, baik kebahagiaan maupun kesedihan, pada akhirnya akan berlalu.
Single “Sementara Pelan Saja” telah tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 14 Juli 2026. Video liriknya juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Fazan.
Instagram: @fazanofficial



