Jatuh cinta mungkin mudah ketika semuanya masih terasa baru. Ada rasa penasaran, obrolan sampai larut malam, dan hal-hal kecil yang mendadak terasa istimewa. Tapi bagaimana kalau orang yang sama sudah menemani hidup selama sepuluh tahun? Apakah perasaan itu masih bisa hadir seperti pertama kali bertemu?
Pertanyaan sederhana itu menjadi benang merah dalam Sepuluh Tahun, single terbaru BIANCADIMAS, duo pop-folk yang digawangi pasangan suami-istri Bianca Nelwan dan Dimas Wibisana.
Setelah menarik perhatian lewat lagu-lagu seperti Manusia Paling Menyebalkan, Kalimat Cinta, dan Sejauh Ku Memandang, keduanya kembali dengan cerita yang jauh lebih personal. Kali ini, mereka mengajak pendengar menengok perjalanan cinta selama satu dekade, bermula dari pertemuan sederhana di sebuah bangku taman.
Di tengah banyaknya lagu cinta yang berkutat pada patah hati, hubungan kandas, atau sulitnya melupakan mantan, BIANCADIMAS justru memilih membicarakan sesuatu yang sering luput dari perhatian: bagaimana rasanya tetap mencintai orang yang sama setelah bertahun-tahun hidup bersama.

Tentu, sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Ada rutinitas, perubahan, dan berbagai fase kehidupan yang harus dilewati. Namun, Sepuluh Tahun mencoba melihat bahwa cinta tidak selalu harus hadir lewat gestur besar. Terkadang, ia justru tumbuh dari kebiasaan sederhana dan keputusan untuk terus berjalan bersama.
Secara musikal, lagu ini masih mempertahankan kehangatan akustik khas BIANCADIMAS. Perpaduan vokal Bianca dan Dimas, progresi akor yang tidak terlalu mengikuti formula pop kebanyakan, serta chorus yang mudah dinyanyikan membuat lagu ini terasa akrab tanpa harus terdengar berlebihan.
“Lagu ini adalah persembahan untuk siapa saja yang sedang membangun jalan hidup bersama seseorang dan menyadari bahwa cinta tidak meluntur dimakan waktu ia justru tumbuh makin dalam,” ungkap keduanya.
Seluruh proses penulisan dan produksi musik dikerjakan sendiri oleh BIANCADIMAS di studio rumah mereka, dengan bantuan Dimas Pradipta untuk proses mixing dan mastering. Pendekatan yang terasa sejalan dengan cerita lagunya: intim, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menjelang akhir, Sepuluh Tahun tidak menawarkan janji cinta yang muluk-muluk. Sebaliknya, lagu ini ditutup dengan doa tentang kesehatan, kebahagiaan, dan harapan agar kebersamaan bisa terus berlangsung. Sesuatu yang mungkin terdengar biasa, tetapi justru semakin berarti ketika dua orang sudah melewati banyak hal bersama.
Barangkali, romantisme memang berubah seiring bertambahnya usia. Bukan lagi melulu tentang degup jantung saat pertama bertemu, melainkan tentang menemukan alasan baru untuk tetap jatuh cinta kepada orang yang sama.
Buat kalian yang sedang menjalani hubungan panjang, baru memulai cerita bersama seseorang, atau sekadar ingin percaya bahwa cinta bisa bertahan melewati waktu, Sepuluh Tahun layak masuk daftar putar. Dengarkan lagu terbaru BIANCADIMAS di platform streaming digital favorit kalian. Siapa tahu, lagu ini membuat kalian teringat seseorang yang selama ini selalu ada, tetapi belakangan terlalu jarang kalian rayakan keberadaannya.
Instagram : @biancadimas_ | TikTok :@bianBiancadimas |YouTube: Biancadimas |YouTube: Biancadimas



