Ada banyak cara untuk membicarakan buruknya manusia. The Joo’s memilih salah satu yang mungkin agak merepotkan: menjadikannya sebuah eksibisi.
Band surf rock asal Ketintang, Surabaya ini akhirnya melepas EP perdana mereka, Eksibisi Makhluk Aneh. Enam lagu yang membawa pendengarnya masuk ke sebuah pertunjukan tentang pengkhianatan, keserakahan, kekecewaan, sampai berbagai tabiat manusia yang barangkali terlalu akrab untuk disebut “aneh”.
Tapi mungkin memang itu lelucon besarnya. Makhluk aneh yang dimaksud The Joo’s bukan sesuatu yang datang dari planet lain. Bukan monster, bukan pula makhluk berkepala dua yang dipajang di balik kaca. Mereka adalah kita sendiri.
The Joo’s menyebut musik mereka sebagai biblical surf rock sebuah pertemuan yang, di atas kertas, terdengar seperti dua hal yang mestinya tidak berada dalam satu ruangan. Surf rock dengan segala gelegar gitarnya bertemu inspirasi dari kitab-kitab suci agama Samawi. Alih-alih menjadikannya khotbah panjang, The Joo’s memilih membawa persoalan manusia ke dalam musik yang tegang, marah, kecewa, tetapi sesekali masih menyisakan kebahagiaan.
Eksibisi Makhluk Aneh berisi empat lagu berlirik dan dua nomor instrumental. Urutannya pun tidak terasa dibuat sekadar sebagai kumpulan lagu. Ada “Eksibisi Dibuka” di awal dan “Eksibisi Ditutup” sebagai penutup, sementara di tengahnya bercokol “Maklumat Hubbus”, “Al-Khayin”, “Merana”, dan “Perut Paus Raksasa”.
Judul-judul itu saja sudah cukup memberi tanda bahwa The Joo’s memang tidak terlalu tertarik berjalan di jalur yang lurus.
EP ini dikerjakan kurang lebih selama tiga bulan. Di balik enam lagunya, The Joo’s mencoba mengumpulkan kritik, pesan, dan satire terhadap kehidupan manusia ke dalam satu ruang yang sama.

“E.M.A. ini seperti pesan kolektif dari pemikiran kami, yang ingin disampaikan ke dunia,” ujar Cimz, vokalis sekaligus penulis lirik The Joo’s. Baginya, lagu-lagu di dalam EP tersebut memuat kritik dan satire tentang kehidupan manusia, sosok yang kemudian mereka tafsirkan sebagai “makhluk aneh”.
Konsep itu terasa cukup masuk akal kalau melihat perjalanan The Joo’s sejak terbentuk pada 2023. Beranggotakan Cimz pada vokal, Bima pada bass, Moreno pada gitar, dan Melpin pada drum, mereka sejak awal memang bermain dengan sesuatu yang kontras: elemen agama diletakkan berdampingan dengan musik rock.
Sebelum sampai ke EP ini, mereka lebih dulu memperkenalkan diri melalui single “Yajuj Majuj” dan “Al-Khayin”. Kini, Eksibisi Makhluk Aneh seperti memberi rumah yang lebih utuh bagi keganjilan yang selama ini mereka bangun.
Dan mungkin kata “eksibisi” memang pilihan yang paling pas.
Sebab The Joo’s tidak datang untuk memberi kesimpulan tentang manusia. Mereka hanya membuka pintu, menyalakan lampu, lalu memajang segala kerakusan, pengkhianatan, kemarahan, dan kesedihan di dalamnya.
Sisanya terserah pengunjung.
Mau menertawakan makhluk-makhluk aneh yang dipamerkan di sana, atau perlahan sadar bahwa salah satu dari mereka mungkin sedang menatap balik dari dalam kaca.
Eksibisi Makhluk Aneh telah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 24 Juli 2026.
Instagram: @thejoo_s



