SONICPOP.ASIA – Musisi Cal resmi meluncurkan album keduanya bertajuk Narasi, sebuah karya yang merangkum perjalanan emosi, refleksi hidup, hingga suara-suara yang selama ini sulit diungkapkan secara langsung. Album yang dirilis pada 12 Juni 2026 itu menghadirkan 12 lagu yang saling terhubung dalam satu benang merah cerita.
Lewat Narasi, Cal mengajak pendengar menyelami berbagai fase kehidupan, mulai dari pengalaman personal, hubungan keluarga, tekanan sosial, kehilangan, harapan, hingga proses memahami diri sendiri.
“Album ini saya buat bukan untuk terlihat sempurna, tapi untuk jujur. Narasi adalah kumpulan fase hidup, tentang apa yang pernah saya rasakan, saya lihat, dan saya pelajari. Kalau nanti ada satu lagu saja yang bisa menemani seseorang di waktunya yang sulit, berarti album ini sudah sampai pada tujuannya,” ujar Gilang Hade.
Album ini dibuka lewat lagu Kujadikan Meme Itu Menjadi Lagu Baruku, yang lahir dari pengalaman menghadapi ejekan dan candaan yang pernah diterimanya. Setelah itu, pendengar diajak masuk ke ruang yang lebih personal melalui Warisan, sebuah lagu yang berbicara tentang keluarga dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nuansa kemudian berubah menjadi kritik sosial melalui Social Remedial, sebelum mencapai puncak emosinya di lagu Keringat dan Tangis yang dipilih sebagai fokus track album. Lagu tersebut menggambarkan perjuangan yang dibangun dari pengorbanan, kerja keras, dan air mata.
Memasuki pertengahan album, suasana menjadi lebih hangat melalui Bukan Kisah Sempurna, lagu tentang penerimaan dan kehadiran seseorang yang datang tanpa tuntutan. Perjalanan emosional berlanjut dalam Kelak ‘Kan Bertemu, sebuah lagu yang memeluk kerinduan terhadap orang-orang yang telah pergi.
Pendengar kemudian diajak bangkit lewat Selamat Kamu Sudah Sampai Titik Ini, yang menghadirkan narasi suara dari Meita Aristya Dewi sebagai bentuk afirmasi positif bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi kehidupan.
Sementara itu, lagu Suara mengangkat kisah tentang proses pendewasaan dan kekuatan doa seorang ibu yang terus menyertai perjalanan hidup anaknya. Sentuhan romantis kembali hadir dalam Mengerti, Menemani, Menyembuhkan, sebelum album membawa pendengar ke ruang perenungan yang lebih dalam melalui Sandiwara.
Di lagu tersebut, Cal mempertanyakan berbagai pencarian manusia dalam hidup dan makna yang sebenarnya sedang dikejar. Menjelang akhir album, Kini Semua Menjadi Sunyi menghadirkan potret kehilangan dan kehampaan yang sering datang setelah perpisahan.
Album kemudian ditutup oleh lagu Narasi, sebuah karya yang berbentuk monolog atau speech dari Gilang Hade yang merangkum alasan, makna, dan cerita di balik keseluruhan album.
Dengan perpaduan lagu-lagu yang satir, kritis, hangat, sekaligus penuh harapan, Narasi menjadi karya yang merepresentasikan kompleksitas emosi manusia dalam satu perjalanan musikal yang utuh.
Melalui album ini, Cal ingin menyampaikan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sempurna. Justru dari kegagalan, kehilangan, dan keberanian untuk terus melangkah, lahir cerita-cerita yang layak untuk didengar.
Album Narasi kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan dapat dinikmati oleh pendengar mulai 12 Juni 2026.


