• Berita Terbaru
  • Youtube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan
Rabu, Juni 17, 2026
sonicpop.asia
No Result
View All Result
No Result
View All Result
sonicpop.asia
No Result
View All Result

Sembilu Kembali Hadirkan Balada Folk Tentang Bertahan di Tengah Badai Hidup

Sonic Pop Asia by Sonic Pop Asia
Mei 18, 2026
in Berita Terbaru
Sembilu Kembali Hadirkan Balada Folk Tentang Bertahan di Tengah Badai Hidup
Share on FacebookShare on Twitter

SONICPOP.ASIA – Sembilu, proyek musik folk asal Sumatera, kembali merilis karya terbaru berjudul Bahtera, sebuah single balada folk kontemporer yang menjadi refleksi perjalanan hidup, perjuangan, dan harapan di tengah badai kehidupan.

Lagu tersebut resmi dirilis dalam format video lirik melalui kanal YouTube @sembiluofficial dan menjadi penanda kembalinya Sembilu pada warna musik sederhana yang membesarkan namanya sejak awal bermusik.

Mengusung format minimalis dengan balutan vokal, gitar, dan harmonika, Bahtera hadir tanpa banyak polesan, namun justru menawarkan nuansa emosional yang intim dan personal.

“Salam ini mengalir dariku, teruntuk siapapun yang memilih untuk terus melanjutkan langkah ke depan. Terimakasih telah bertahan sejauh ini,” tulis Sembilu dalam keterangan resminya.

Lagu Tentang Bertahan di Tengah Badai

Secara lirik, Bahtera menggambarkan perjalanan hidup manusia yang terus bergerak seperti aliran sungai menuju lautan. Lagu ini juga membawa simbol perjalanan Nabi Nuh tentang pengorbanan, pengetahuan, dan perjuangan menghadapi badai.

Sembilu mencoba menyampaikan pesan tentang keteguhan hati saat harapan mulai goyah dan langkah terasa berat.

“Tak dipungkiri bahwa badai akan selalu datang dan menghantam tanpa ampun. Namun ketika hati mulai tertatih, ketika janji mulai meletih, harapku langkah tak terhenti,” tulisnya.

Nuansa reflektif itu menjadi benang merah yang membuat Bahtera terasa dekat dengan banyak orang, terutama mereka yang sedang berjuang menghadapi tekanan hidup.

Dari Palembang Menjelajah Banyak Kota

SEMBILU dikenal sebagai solois folk kontemporer asal Palembang yang aktif sejak 2017. Nama “SEMBILU” sendiri diambil dari kulit bambu yang dalam tradisi Melayu Muslim digunakan sebagai alat khitan tradisional.

Sejak merilis album Tanbiat pada 2019 dan mini album Sembilu pada 2022, musisi ini dikenal konsisten membawa tema perjalanan, budaya, keresahan sosial, hingga spiritualitas dalam karya-karyanya.

Beberapa lagu yang telah dirilis sebelumnya antara lain Penipu Ulung, Hikayat Air, Pabrik Kampang, hingga Tidak Ada Alunan Gitar Hari Ini.

Dalam kurun 2023 hingga 2025, Sembilu juga menjalani tur musik ke puluhan kota di Indonesia, mulai dari Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, hingga Banyuwangi.

Perjalanan tersebut dilakukan untuk menemui ruang-ruang kreatif, komunitas seni, hingga masyarakat adat di berbagai daerah.

Siapkan Tur dan Album Baru

Setelah perilisan Bahtera, Sembilu memastikan perjalanan musiknya akan berlanjut melalui rangkaian tur dan album terbaru yang tengah dipersiapkan.

Single ini sekaligus menjadi pengingat bahwa musik folk tidak selalu membutuhkan produksi megah untuk menyampaikan emosi yang kuat. Kadang, suara sederhana justru terasa paling dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari.

“Terimakasih untuk semua yang telah hadir, menemani, dan merangkul Sembilu sampai hari ini,” tulisnya.

Next Post
Morkthull Lepaskan Kumpulan Suara Gelap dari Solo, Menyentil Kekuasaan yang Rakus

Morkthull Lepaskan Kumpulan Suara Gelap dari Solo, Menyentil Kekuasaan yang Rakus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result
  • Berita Terbaru
  • YouTube
  • Instagram
  • Bandcamp
  • Kirim Tulisan/Artikel

© 2026 Sonic Pop Records.