SONICPOP.ASIA — Lagu patah hati selalu punya tempat di telinga pendengar Indonesia. Namun “Takkan Terulang” milik Vanessa Zee dan Rony Parulian hadir bukan sekadar tentang putus cinta, melainkan tentang proses melepaskan seseorang yang sebenarnya masih ingin dipertahankan.
Kolaborasi dua warna vokal berbeda ini langsung mencuri perhatian karena menghadirkan romansa yang terasa dekat, realistis, dan emosional sejak pertama didengar.
Vanessa Zee yang dikenal lewat karakter indie-pop lembut dipadukan dengan suara khas Rony Parulian yang kuat dan penuh emosi. Perpaduan keduanya membentuk dinamika lagu yang hangat sekaligus menyakitkan dalam waktu bersamaan.
“Takkan Terulang” dibangun lewat empat fase emosional yang sering dialami banyak orang setelah hubungan mulai retak.
Mulai dari fase questioning, ketika seseorang mulai bertanya apakah hubungan yang dijalani masih sehat untuk dipertahankan. Lalu masuk ke fase withdrawal, saat mencoba terbiasa hidup tanpa sosok yang dulu selalu ada.
Namun luka itu belum selesai. Lagu ini kemudian membawa pendengar ke fase relapse, ketika muncul dorongan untuk kembali menghubungi dan mengulang kenangan lama.
Hingga akhirnya tiba pada acceptance, fase paling sulit: menerima bahwa hubungan itu memang harus berakhir agar tidak terus menyisakan luka.
Dibidani Lafa Pratomo-Mohammed Kamga
Narasi emosional tersebut terasa kuat karena dibalut produksi musik yang intim dan sinematik. Nama produser Lafa Pratomo ikut memberi warna penting dalam lagu ini setelah sebelumnya sukses bekerja sama dengan Rony Parulian lewat “Tak Ada Ujungnya”.
Sementara Mohammed Kamga hadir sebagai vocal director yang berhasil meramu karakter vokal Vanessa dan Rony menjadi harmonisasi yang terasa natural.
Menariknya, proyek kolaborasi ini ternyata bermula dari kekaguman Vanessa terhadap karakter vokal Rony sejak lama. Bahkan sebelum duet ini terwujud, Vanessa sempat memviralkan salah satu lagu Rony lewat penampilan live-nya di media sosial.
Momen itu kemudian membuka jalan hingga akhirnya keduanya benar-benar dipertemukan dalam satu proyek musik.
Di tengah maraknya lagu galau yang hadir cepat lalu hilang, “Takkan Terulang” mencoba menawarkan sesuatu yang lebih personal: perjalanan emosional yang utuh tentang kehilangan dan keikhlasan.
Balutan visual sinematik serta chemistry vokal keduanya membuat lagu ini digadang menjadi salah satu kolaborasi pop emosional paling kuat tahun ini.
“Takkan Terulang” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.


